www.korannasional.com-Penggiat demokrasi Rocky Gerung mewanti-wanti Presiden Joko Widodo untuk tidak mengabaikan politik arus bawah yang dapat menggerus elektabilitas kandidat bakal calon presiden petahana itu.

Menurut Rocky, politik arus bawah yang tengah mengemuka adalah Gerakan #2019GantiPresiden. Bukan mustahil, kata dia, politik arus bawah kelak menemukan momentum mengingat ketidakpastian politik masih tinggi menjelang hari-H Pemilihan Umum Presiden 2019.

“Variabel ini tidak pernah dihitung oleh kekuasaan. Juga tidak terbaca oleh surveyor [lembaga survei],” katanya usai konferensi pers Maklumat Akal Sehat di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Rocky menyebutkan ketidakpastian itu seperti kemungkinan pelemahan mata uang rupiah dan potensi konflik Laut China Selatan. Bila peristiwa itu terjadi, Jokowi sebagai pemilik elektabilitas capres tertinggi di berbagai survei bisa tersusul.

“Bagi saya kalau elektabilitas diumumkan sekarang itu palsu. Kecuali misalnya kalau 2 minggu sebelum pemungutan suara,” ujarnya.

Rocky juga mengajak kalangan lembaga survei tidak nyambi sebagai konsultan politik capres dan cawapres tertentu. Idealnya, menurut alumnus Universitas Indonesia (UI) ini, lembaga survei hanya mempublikasikan data tanpa perlu memberikan tafsiran atas hasil jajak pendapatnya.

“Kasih data saja, tidak perlu buat konferensi pers atau seminar. Kalau begitu kan hanya mau menambah argumen sebagai konsultan politik,” kata Rocky.(jbbi)