www.korannasional.com-Untuk kesekian kalinya pencuri unggas sukses menjalankan aksinya di Perumahan Grand Putra Mandiri (GPM), Rt 11/12, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok. Tiga ekor burung peliharaan berhasil digondol pada Rabu dinihari (25/4/2018). Ironisnya dalam hitungan menit, si maling beraksi di dua rumah berbeda.

Peristiwa raibnya burung tersebut diketahui oleh pemiliknya, Dani Indoratno, seusai shalat subuh. Dia terkejut saat sangkar burung di penyangga kanopi sudah tidak ada di tempatnya. Sangkar burung  justru ditemukan tergeletak di pinggir jalan depan rumah tetangganya.

“Lihat tuh sangkarnya dibuang, yang diambil hanya burungnya saja,” kata Dani yang merupakan PNS di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut dia, pada pukul 03.00 tetangganya sempat mendengar suara sepeda motor, namun tidak mencurigai jika motor tersebut dikendarai oleh pencuri. “Tetangga saya, pak Zul, sempat mendengar raungan motor, tapi dia tidak menyangka itu maling,” ujar Dani.

Diungkapnya pula, peristiwa kemalingan di rumahnya itu telah berlangsung dua kali, yang digondol selalu burung peliharaan. “Pada Januari lalu burung jalak suren, dan sekarang beo Sumatera,” katanya.

Dia berharap pencuri burung kesayangannya tertangkap, agar peristiwa kemalingan di kompleknya tidak lagi terjadi. Dalam waktu dekat ini dia akan memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di halaman rumahnya. “Nanti setelah pulang dari Aceh akan saya periksa CCTV, mudah-mudahan aksi maling itu terekam jelas,” demikian Dani.

Kemalingan serupa juga terjadi di blok lainnya di perumahan tersebut, yaitu di Blok D/16. Kejadiannya hampir berbarengan dengan peristiwa di kediaman Dani Indoratno, blok F/4. Belakangan diketahui, si maling berhasil membawa kabur dua ekor burung jenis love bird milik Angger.

Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, rumah Angger disatroni maling sebelum ba’da subuh. “Kayaknya setelah beraksi di rumah pak Dani, si maling langsung menyatroni rumah pak Angger,” katanya.

Kejadian itu membuat warga setempat resah. Pasalnya peristiwa kemalingan di komplek yang dihuni 170 kepala kelurga tersebut seringkali terjadi. Bukan hanya maling unggas, melainkan aksi perampokan, seperti yang pernah dialami warga Blok I beberapa waktu lalu.

“Pengurus RT harus menyikapi hal ini, jangan diam saja. Saya tidak mau komplek GPM menjadi sasaran empuk para maling. Segera benahi pola pengamanan lingkungan, termasuk membenahi kinerja para satpamnya,” kata sesepuh warga GPM, Agus Sumarna.(amr)