www.korannasional.com-Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah melakukan rekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga saat ini mencapai 99%. Sehingga, hanya tinggal 1% yang belum melakukam rekam data ke masing-masing kelurahan maupun kecamatan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah, mengatakan dari 1% warga yang belum rekam data tersebut, terdapat 300 sampai 400.000 jiwa diantaranya merupakan penduduk Jawa Tengah.

Dia mengaku harus jemput bola untuk menuntaskan rekam data e-KTP di seluruh Indonesia.

“Kami yang jemput bola untuk merampungkan proyek ini. Sebab, banyak warga ketika sudah ditunggu-tunggu, ternyata tidak kunjung datang ke kelurahan maupun kecamatan. Ini kan jelas merepotkan petugas di lapangan,” kata Zudan Kamis (12/4/2018).

Zudan mengimbau, kepada warga untuk mendukung program pemerintah pusat dalam menuntaskan rekam data e-KTP.

Caranya, ujar Zudan bisa mendatangi tiap RT, RW, kantor-kantor kecamatan, kelurahan atau ke kantor bank terdekat.

“Karena kami sudah siap melakukan perekaman. Di Jawa Tengah sendiri kan tinggal 300 sampai 400.000 yang belum rekam. Jadi sedikit sekali,” ungkapnya.

Dikatakan Zudan pihaknya terus mendorong Komisi Pemilihan Umum untuk menggencarkan sosialisasi rekam data e-KTP demi menunjang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019 nanti.

Sementara itu, semua penganut aliran penghayat akan mendapatkan e-KTP mulai 1 Juli nanti. Menurut Zudan, Presiden Jokowi nantinya akan melakukan secara simbolis penyerahan e-KTP bagi para penghayat di seluruh Indonesia.

“Secara seremonialnya, penyerahan KTP el dan KK bagi penghayat akan dilakukan mulai 1 Juli,” tuturnya.

Dia meminta kepada penghayat untuk mengurus penggantian KTP lebih awal. Setiap penghayat bisa menggurusnya di kantor Discapil masing-masing kabupaten/kota mulai awal Mei.

Lebih lanjut dia menuturkan pihaknya bersama Disdukcapil seluruh Indonesia telah mendata ulang jumlah penghayat. Data terbaru menunjukan jumlah komunitas penghayat mencapai 138.000 orang.

“Jumlahnya 138.000 Namun kami perkirakan keberadaanya akan lebih banyak lagi,” tambahnya.

Penggantian e-KTP bagi penghayat akan dilakukan dengan mengganti isi kolom agama yang bersangkutan. Dari awalnya kolom agamanya kosong. Kini bisa dicantumkan kepercayaan kepada tuhan yang maha esa.

“Yang dicantumkan kepercayaan kepada tuhan yang maha esa. Bukan nama komunitas penghayatnya,” katanya.(jbbi)