www.korannasional.com-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) prihatin dengan Bupati Kabupaten Bandung Barat Abu Barat yang menjadi tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ya sedih dan prihatin ya tentunya,” kata Ahmad Heryawan usai membuka Musrembang Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dengan Tema “Peningkatan Daya Saing Daerah bagi Upaya Mencapai Kemandirian Masyarakat Jawa Barat” di Hotel Intercontinental Bandung, Kamis (12/4/2018).

Ia memiliki cita-cita agar tidak ada kepala daerah tingkat yang menjadi tersangka korupsi.

“Saya berharap, bercita-cita sampai akhir masa jabatan tidak ada apa-apa ya, tapi ternyata ada dua terjadi. Pertama di Subang dan sekarang Bandung Barat. Dan keduanya terkait dengan pelaksaaan pilkada,” kata Aher.

Aher menyerahkan sepenuhnya perkara hukum yang menimpa Bupati Kabupaten Bandung tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Pokoknya kita serahkan kepada penegak hukum, semoga kasus serupa tidak terjadi lagi di Jawa Barat,” kata dia.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bandung Barat dan tiga orang lainnya sebagai tersangka suap.

Diduga sebagai penerima, yakni Bupati Bandung Barat Abu Bakar (ABB), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati (WLW), dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adityo (ADY).

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat (AHI).

Diduga, Bupati Bandung Barat meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya Elin Suharliah sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023.(jbbi)