www.korannasional.com-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta membidik target investasi di Ibu Kota senilai Rp100 triliun pada 2018.

Jakarta merupakan rumah bagi sebanyak 10,1 juta orang, bahkan jumlah tersebut dapat meningkat menjadi sebanyak 12 juta orang selama jam kerja.

Jakarta merupakan pusat perdagangan dan perekonomian Tanah Air dengan prospek ekonomi yang diprediksi tetap kuat. DPMPTSP memperkirakan tingkat inflasi Jakarta mencapai 2,3% atau lebih rendah dari inflasi nasional.

Didukung dengan wilayah seluas 662,33 km dan didukung oleh tenaga terampil yang tersedia dalam jumlah yang banyak, Jakarta menjadi salah satu tempat potenisal untuk pertumbuhan investasi. Perekonomian Ibu Kota saat ini disumbang oleh sektor perdagangan, manufaktur, konstruksi, transportasi, pergudangan, komunikasi informasi, jasa keuangan dan asuransi, serta juga sektor ritel.

Oleh karena itu, potensi tersebut coba diperkenalkan DPMPTSP kepada para calon investor dalam acara seperti Jakarta Business Forum pada 8 April 2018 lalu di Taj Hotel, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Adapun ‘Jakarta Business Forum’ merupakan forum investasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, UEA.

“Tujuan utama diadakannya Jakarta Business Forum agar pengusaha UEA langsung dapat bertemu dengan perwakilan usaha dari Jakarta, diharapkan dengan adanya forum ini realisasi investasi dan kerja sama dapat segera terjalin.” kata Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi dalam siaran pers, Senin (9/4/2018).

Dia mengatakan akan memberi kemudahan bagi para investor UEA dalam merealisasikan investasinya di Jakarta.

“Kita akan siapkan red carpet bagi para investor UEA dengan mengawal semua proses perizinan dan non perizinan serta realisasi investasi dari awal hingga akhir, end to end.”, imbuhnya.

Delegasi dari Pemprov DKI Jakarta yang berpartisipasi berjumlah 20 orang yang dipimpin oleh Ketua TGUPP, Amin Subekti, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi, dan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Irmansyah. Delegasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berpartisipasi terdiri dari PD Pasar Jaya, PD Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo, PT Pulomas Jaya, PT MRT Jakarta, dan PT JIEP.

Adapun berbagai proyek yang ditawarkan kepada calon investor seperti Pasar Jaya Distribution Channel (Traditional Market Revitalization), Pulomas Office Park, PuloMas City (Ria-Rio), Jakarta Equestrian Park (Ria-Rio), JakPro Waterfront City, Transit Oriented Development (TOD) Lebak Bulus to Tangerang Selatan, TOD Cipete District, TOD Bundaran HI, TOD Sentra Primer Tanah Abang (SPTA), TOD Lebak Bulus, JIEP Urbantown, dan pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu.

Seperti diketahui, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kedudukan sebagai unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan. DPMPTSP saat ini memiliki 316 ‘service point’ atau Unit Pelaksana yang tersebar pada Kantor Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten Administrasi dan Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.(jbbi)