www.korannasional.com-Colliers International Indonesia mencatat, sejumlah pengembang masih ragu-ragu meluncurkan proyek baru apartemen tahun ini.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan akhir tahun lalu, pihaknya memprediksikan bahwa pasokan baru apartemen tahun ini mencapai 34.000 meter persegi. Akan tetapi, awal tahun ini, angka itu kembali berubah menjadi 25.000 meter persegi.

Ferry menuturkan penundaan proyek dan pergeseran proyek terjadi karena karena beberapa faktor. Pertama, proses konstruksi yang lambat, ataupun pengembang menunda groundbreaking. Faktor lainnya, proyek yang bermasalah di perizinan.

Ferry menuturkan ada pengembang, meskipun tidak banyak yang berani membangun apartemen padahal izinnya belum lengkap.

Imbasnya, janji serah terima proyek juga mengalami kemunduran tidak sesuai yang nekat bangun dulu perizinan menyusul ada walauun tidak banyak. Peluncuran proyek kata dia kategorinya termasuk proyek yang belum dibangun ataupun yang sudah dibangun tapi rata-rata sudah mengantongi izin sehingga pengembang berani mengumumkan proyek.

“Jumlah proyek yang diumumkan tidak ada seperempat dari tahun lalu. Tahun lalu saja sudah termasuk yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Masih ada keraguan dari pengembang meluncurkan proyek,” katanya Selasa (4/4/2018)

Ferry menuturkan sejauh ini walaupun penyerapan proyek cukup baik, pengembang belum tentu bisa memperoleh keuntungan maksimal sebab saat ini ada koreksi harga. Dulunya selama periode 2008–2014, rata-rata peningkatan harga jual bisa mencapai 16%.

“Setelah 2015 rata-rata kenaikan Cuma 5%. Kalau kita lihat sekarang itu salah satu yang menghambat pembeli yang motifnya investasi,” imbuhnya.(jbbi)