www.korannasional.com-Anggota Komisi XI DPR Faisol Riza mengingatkan Bank Indonesia agar senantiasa komit membantu pemerintah dalam mengembalikan nilai tukar rupiah sesuai asumsi makro ekonomi dalam APBN.

“Tugas berat Gubernur BI yang baru adalah membantu pemerintah untuk mengembalikan nilai tukar rupiah pada asumsi makro dalam APBN yaitu di kisaran Rp13.400,” ujar politisi PKB tersebut menyusul ditetapkannya Perry Wardijo sebagai Gubenur BI yang baru.

Menurutnya, lonjakan nikai tukar rupiah saat ini tentu akan menekan APBN yang akan berdampak luas. Kondisi itu ditambah dengan masuknya Indonesia ke tahun politik dan Pilpres tahun depan.

Dia mengakui Perry mengemban tugas yang sangat berat. Karena itulah dia menantikan gebrakan dari BI untuk menghadapi situasi politik yang semakin tidak menentu tersebut. Apalagi akan ada 171 Pilkada Juni mendatang yang sebagian pesertanya tersangkut kasus korupsi.

Di satu sisi Faisol menilai kinerja BI dalam 3 tahun terakhir gagal membantu pemerintah mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan.

“Selama tiga tahun terakhir BI gagal membantu pemerintah mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan sebagai akibat nilai tukar rupiah yang selalu meleset dari asumsi makro. Masalahnya, tahun ini adalah tahun politik yang sangat rentan bila nilai tukar rupiah tidak stabil,” kata Faisol pada Kamis (29/3/2018).

Dia menuturkan tugas berat Gubernur BI itu menjadi tantangan tersendiri bagi Perry sehingga banyak pihak mengharapkan ekonomi Indonesia akan stabil di tengah menghadapi situasi tahun politik dan pengaruh ekonomi global yang tidak menentu.(jbbi)