www.korannasional.com-Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizki Handayani Mustafa, mengatakan media digital dapat menumbuhkan daya tarik pariwisata akibat adanya akses informasi yang mudah diperoleh lewat media sosial (medsos).

“Kami berharap dengan adanya perkembangan media digital yang melanda seluruh lapisan masyarakat, mampu menumbuhkan destinasi pariwisata yang terpendam tersebut mejadi semakin dikenal dunia,” katanya kepada Antara di STP Nusa Dua, Denpasar, Rabu (28/3/2018).

Oleh karena itu, dengan adanya akses yang bagus akan dapat memudahkan wisatawan menjangkau objek yang wisata yang ada. Selain itu, dengan adanya “National Resources” yang bermutu tentu saja akan berdampak pada pertumbuhan industri pariwisata yang besar pada era media digital.

Kedepan, agar para pemuda memposting sesuatu yang bagus dan unik dari tempat mereka masing-masing. Sekarang, orang-orang tidak perlu lagi membaca koran tetapi sudah melalui digital media.

“Jadi, kalau kita masih tetap bermain di dunia konvensional, maka kita akan semakin tertinggal,” katanya.

Rizki Handayani mengaku sangat optimistis sekali melihat keunggulan dari sumber daya manusia saat ini. Keunggulan orang-orang Indonesia tersebut tersebut terletak pada keramahtamahannya.

“Ini juga yang mestinya saat ini anak-anak muda mulai kembangkan. Untuk saat ini, sektor yang tepat untuk dikembangkan adalah sektor pariwisata, selain pembangunan ekonomi, sosial dan budaya. Pariwisata itu tetap tumbuh, di dunia itu tumbuh sekitar 5-6 persen, sedangkan di Indonesia pertumbuhan itu mencapai 22 persen,” kata Rizki.

Menurut dia, pertumbuhan sebesar itu menunjukan bahwa pariwisata Indonesia semakin berkembang pesat.

“Kalau pertumbuhan global kita itu dibawah 5 persen artinya pariwisata kita sangat rendah sekali. Namun, ternyata pertumbuhan industri kita berada diatas pertumbuhan global, itu artinya pariwisata kita mulai menjanjikan sesuatu,” katanya.

Hal itu, katanya, karena Nusantara memiliki potensi destinasi pariwisata yang sangat luar biasa, apalagi dimana-mana menjadi “comparative adventage” atau kemajuan yang komparatif dibandingkan dengan negara lain.

“Kita berbicara tentang budaya, dari Sabang sampai Merauke, destinasi pariwisata kita sudah sangat luar biasa. Kita juga bicara alam, mulai dari pantai, laut, gunung, safana, segala macam kita ada. Jadi, apa yang kamu mau kita ada,” ujarnya.

Apalagi, dengan sekarang dibukanya bandara-bandara baru yang berstandar internasional menyebabkan aksesibilitas ke Indonesia menjadi semakin bagus.

“Meskipun objek pariwisata itu menarik, namun kalau aksesnya sulit orang-orang juga akan berpikir dua kali untuk berkunjung,” tambah Rizki.

Sebelumnya (27/3), Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali, Drs Dewa Gde Ngurah Byomantara, M.Ed, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kreativitas dan inovatif dari setiap sumberdaya manusia (SDM) dari civitas akademika untuk siap unggul dan menang dalam kompetisi pariwisata global.

“Implementasi kreativitas dan inovasi tersebut diwujudkan dalam pemanfaatan teknologi informasi melalui kegiatan yang berhubungan dengan dunia digital,” kata Dewa Gde Ngurah Byomantara.(ant)