>

www.korannasional.com-Berharap dapat memperluas rute penerbangan, Indonesia mengikuti Pameran Routes Asia 2018 di Brisbane, Australia.

Dari pameran tersebut diharapkan, selain memperluas rute penerbangan, seat capacity dari Australia ke Indonesia akan bertambah.

Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/3/2018), mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai upaya mempromosikan Wonderful Indonesia sekaligus menambah seat capacity dan memperluas rute penerbangan dari Australia ke Indonesia.

“Ajang Routes Asia merupakan forum tahunan dan satu-satunya forum pengembangan rute penerbangan untuk kawasan Asia Pasifik,” katanya.

Tahun ini, pameran digelar di Brisbane Convention & Exhibiton Centre, 18-20 Maret 2018.

Pitana mengatakan pada Routes Asia 2018, Kementerian Pariwisata akan mengisi booth pameran serta bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura I dan II untuk berpartisipasi dalam kegiatan Routes Asia 2018.

Dalam acara bertema The Route Development Forum for Asia itu, Indonesia akan menyampaikan informasi pariwisata di Indonesia dan mendistribusikan bahan-bahan promosi. Adapun destinasi baru yang diekspos seperti Yogyakarta, Danau Toba, Lombok, dan Bali yang memerlukan perluasan jalur penerbangan dari fokus pasar Australia.

Menurut Pitana, dengan berpartisipasi pada Routes Asia Indonesia memiliki kesempatan untuk memasarkan destinasi-destinasi pariwisata di depan para pengambil keputusan dan aviasi terkemuka di seluruh wilayah Asia Pasifik.

“Melalui acara ini kami juga berharap ada peningkatan kunjungan wisatawan asal Australia melalui perluasan konektivitas dan pengembangan rute penerbangan,” katanya.

Di sisi lain, kepesertaan dalam ajang besar itu sekaligus diharapkan mampu meningkatkan “brand awareness” Wonderful Indonesia di wilayah Asia Pasifik.

Acara itu dinilai semakin potensial sebagai wahana promosi karena diikuti 800 delegasi dari berbagai negara, 100 maskapai penerbangan, 200 pengelolan bandar udara, 30 otoritas pariwisata, 2000 face-to-face meeting, dan 20 pembicara.

Face-to-face meeting merupakan inti Routes Asia 2018, dengan menghadirkan peserta dari maskapai penerbangan, bandar udara dan otoritas pariwisata.

Face-to-face meetings akan dihadiri Judi Rifajantoro (Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas) dan Robert Daniel Waloni (Tenaga Ahli Menteri Bidang Konektivitas Udara). Pada kesempatan yang sama juga akan digelar Networking Evening dan Routes Asia Marketing Awards.

Fokus Pasar

Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan pentingnya Australia sebagai negara yang termasuk dalam wilayah Asia Pasifik.

“Negara ini merupakan fokus pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia,” katanya.

Kemenpar menetapkan target wisman asal Australia sebesar 1.350.000 untuk 2018. Dalam rangka mencapai target kunjungan wisman tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan strategi kerja sama airlines, salah satunya dengan mengikuti pameran Routes Asia 2018.

Indonesia juga terus meningkatkan daya saing pariwisata secara internal agar mampu menjaring lebih banyak wisatawan berkualitas ke Tanah Air.

Tahun ini, pariwisata Indonesia mengusung tema pengembangan Digital Destination & Nomadic Tourism yang diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya Australia.

Menurut Menpar tema Digital Destination & Nomadic Tourism sangat relevan untuk diterapkan dalam keadaan sekarang ini, saat perubahan zaman telah memasuki era digital.

Pihaknya fokus mengembangkan destinasi digital, yakni sebuah destinasi yang menarik perhatian di dunia maya, viral di media sosial, dan mendatangkan hits tinggi di Instagram.

Berdasarkan survei sebanyak 63 % dari seluruh perjalanan dicari, dipesan, dibeli, dan dijual secara online, sedangkan 50% dari seluruh penjualan perjalanan secara online melibatkan lebih dari 1 perangkat.

Tourism Digital menjadi salah satu program prioritas utama Kemenpar pada 2018 untuk mewujudkan 17 juta wisman pada tahun ini dan 20 juta wisman pada 2019.

Kemenpar juga mendukung lahirnya sejumlah destinasi digital yang menarik, diciptakan oleh para anak muda generasi milenial yang kreatif yang tergabung dalam GenPI (Generasi Pesona Indonesia).

Adapun destinasi digital tersebut yakni, Pasar Pancingan, Lombok, Pasar Mangrove, Batam Kepri, Pasar Karetan, Kendal  Semarang, Pasar Siti Nurbaya, Padang, Pasar Tahura, Lampung, Pasar Kaki Langit, Yogyakarta, dan Pasar Baba Boen Tjit, Palembang.

Menpar juga mengembangkan Nomadic Tourism sebagai solusi sementara persoalan pengembangan destinasi wisata yang meliputi 3A yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Perlu diketahui bahwa untuk melengkapi tiga komponen ini pada sebuah destinasi bukanlah pekerjaan yang gampang karena perlu proses dan waktu yang lama.(jbbi)

LEAVE A REPLY