www.korannasional.com-Situasi keamanan, sosial, dan politik yang tidak stabil membuat Damaskus dan Caracas menjadi kota dengan biaya hidup termurah di dunia.

Berdasarkan laporan Worldwide Cost of Living 2018 yang dikeluarkan The Economist Intelligence Unit yang dikutip Bisnis, Kamis (15/3/2018), Damaskus menduduki posisi pertama dalam daftar 10 kota dengan biaya hidup terendah. Tahun lalu, ibu kota Suriah ini berada di peringkat 119 dari 133 negara.

Dalam laporan itu disebutkan warga Damaskus kemungkinan tidak merasa bahwa biaya hidupnya menjadi lebih murah dengan terjadinya inflasi yang mencapai 28% pada 2017. Namun, harga barang yang dijual di kota itu turut terpengaruh oleh depresiasi pound Suriah sejak konflik bersenjata terjadi di negara itu pada 2011.

“Survei ini membandingkan lebih dari 400 harga produk dari lebih 150 produk dan jasa,” ujar Editor, Worldwide Cost of Living Roxana Slavcheva.

Sementara itu, Caracas berada di daftar tersebut karena mata uangnya mengalami devaluasi. Pada awal 2018, Pemerintah Venezuela melakukan devaluasi atas nilai tukar bolivar Venezuela untuk merelaksasi tekanan kurs.

Tetapi, hiperinflasi yang terjadi membuat kondisi di negara itu semakin tidak kondusif.

Dari 10 kota di daftar ini, 5 di antaranya berada di Asia yaitu Almaty, Bengaluru, Karachi, Chennai, dan New Delhi.

Menurut laporan ini, India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang besar. Namun, ketimpangan upah masih terjadi sehingga secara tidak langsung membatasi konsumsi rumah tangga dan menciptakan berbagai level harga.

Berikut peringkat lengkap 10 kota dengan biaya hidup termurah dunia versi The Economist Intelligence Unit:
1. Damaskus, Suriah
2. Caracas, Venezuela
3. Almaty, Kazakhstan
4. Lagos, Nigeria
5. Bengaluru, India
6. Karachi, Pakistan
7. Aljir, Aljazair
8. Chennai, India
9. Bukares, Rumania
10. New Delhi, India