www.korannasional.com-Prancis menyatakan siap menyerang lokasi fasilitas senjata kimia di Suriah.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pihaknya akan melakukan serangan jika ditemukan bukti-bukti tak terbantahkan bahwa senjata kimia turut digunakan dalam perang di negara Timur Tengah itu.

“Ketika kami memiliki bukti tak terbantahkan, terutama lewat tandem dengan AS, bahwa ada senjata kimia yang digunakan maka kami akan melakukan apa yang telah dilakukan AS beberapa bulan lalu. Kami akan mengambil posisi untuk melancarkan serangan,” paparnya seperti dilansir Reuters, Senin (12/3/2018).

Macron tengah berada di India dalam kunjungan resmi sejak akhir pekan lalu.

Pemerintah Prancis menilai langkah-langkah yang dilakukan Rusia terkait gencatan senjata sementara untuk memberi peluang bagi bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Ghouta Timur di Suriah, tidaklah cukup.

Negara Eropa Barat ini sebelumnya tidak banyak ikut campur dalam perang di Suriah. Namun, Macron menegaskan pihaknya memiliki kapasitas mumpuni untuk mengidentifikasi target dan menyerang jika diperlukan.

Melalui mediasi Rusia, Suriah telah menandatangani perjanjian untuk menyerahkan persenjataan kimianya demi menghindari serangan udara AS pasca serangan gas syaraf yang menewaskan ratusan orang pada 2013.

Tahun lalu, AS kembali menuding Damaskus menggunakan gas syaraf dan melancarkan serangan udara.

Sejak saat itu, Washington meyakini Suriah memakai gas klorin dalam berbagai serangan. Meski jauh lebih aman dibandingkan gas syaraf dan diperbolehkan digunakan oleh warga sipil, tapi tetap tidak boleh dipakai sebagai senjata.