>

www.korannasional.com–Taman Lembah Gurame diresmikan pada 17 Desember 2012 ini menempati lahan seluas 3,3 hektar yang merupakan bagian dari fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Keberadaan taman dirasakan sangat besar manfaatnya bagi warga Kota Depok. Taman kota bisa menjadi sarana berkumpul warga, interaksi warga, olahraga, tempat bermain anak-anak , tempat wisata atau rekreasi hingga edukasi. “Taman Lembah Gurame merupakan satu dari sekian banyak taman yang sudah dibangun Pemkot Depok,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkot Depok, Etty Suryahati.

DLHK Depok akan terus berupaya membuat RTH di seluruh wilayah Kota Depok, bahkan pembangunan taman akan dibuat sampai ke tingkat lingkungan rukun warga (RW). 

“Dengan harapan bahwa warga bisa mendapatkan ruang berekspresi yang positif. Dampaknya besar sekali untuk warga. Dengan adanya taman jadinya warga bisa memiliki tempat untuk bermain atau menjadi tempat rekreasi warga sekitar,” terangnya.

Etty mengungkapkan, saat ini Kota Depok sudah memiliki 105 taman, baik di tingkat RW atau di kelurahan yang tersebar di 21 kelurahan dari total 63 kelurahan di Kota Depok. “Bahkan, pada 2018 ini kami akan merealisasikan pembagunan Alun-alun Kota Depok yang ditargetkan selesai pada 2019,” tegasnya.

Etty memaparkan, pembangunan Alun-alun Kota Depok yang terletak di kawasan Grand Depok City (GDC) masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 Walikota dan Wakil Walikota Depok yang harus dilaksanakan pada 2018. 

Pembangunan Alun-alun Kota Depok direncanakan dengan konsep ramah keluarga dan lebih banyak ke RTH sebesar 75 persen. Ini sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Ada pun di Pasal 28 mengenai Pemerintahan Kota menyediakan Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Non Hijau.

Dalam pembangunan Alun-alun Kota Depok, banyak indikator untuk tata bangunan yang akan diimplementasikan nanti, antara lain harus ada pojok ramah anak, ruang menyusui,ruang toilet terpisah pria dan wanita. Terlebih harus ada leadis pakir, ibu hamil dan lansia, tentunya space difebel.

“Pembahasan penbangunan taman untuk memenuhi RTH telah didiskusikan dalam Fokus Grup Discation (FGD) Kota Depok bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris,” ungkap Etty.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok Diana Puspita Sari menambahkan, untuk memenuhi target RTH, pihaknya mencanangkan pembangunan 10 taman setiap tahunnya.

“Bila bisa diwujudkan, pada 2021 ditargetkan akan terbangun 148 taman di 63 kelurahan di Kota Depok. Untuk itu, kami menargetkan pembangunan 10 taman setiap tahunnya,” tegas Diana.

Perhatian Pemkot Depok akan keberadaan RTH mendapat dukungan dari masyarakat dan organisasi cinta lingkungan seperti Sekretariat Bersama (Sekber) Ciliwung dan Forum Komunitas Hijau (FKH).

“Kami sangat mendukung Pemkot Depok yang serius dan fokus membangun RTH,” kata Koordinator Sekber Sahabat Ciliwung, Hidayat Al Ramdani.

Menurut Hidayat, pihaknya akan membantu Pemkot Depok ditangan melakukan penanaman pohon mulai dari pinggir jalan hingga pinggir kali. “Kami berupaya menjaga ekosistem alam dengan melakukan penanaman di Garis Sempadan Sungai (GSS) maupun situ,” terangnya.

Diungkapkan Hidayat, beberapa lokasi yang telah dilakukan untuk gerakan penghijauan yakni di antaranya di Situ Jatijajar, bantaran Ciliwung Ratujaya, bantaran Ciliwung Cilawet, bantaran Ciliwung Kemiri Muka dan bantaran Ciliwung Pondok Cina. Selain itu, juga melakukan penanaman pohon di bantaran Kali Pesanggrahan bersama Komunitas Peduli Kali Pesanggrahan. “Untuk mewujudkan pemenuhan RTH perlu sinergi dengan Pemkot Depok,” tegasnya.

Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Heri Syaefudin mengatakan, saat ini pihaknya berencana untuk membuat ‘sabuk hijau’ di GSS. Pembuatan sabuk hijau selain menambah asri Ciliwung, juga bagus buat menahan tebing dari bahaya longsor.

“FKH kerap melakukan aksi tanam pohon terutama di pinggir Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Saat ini kami sedang meminta data ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok untuk memetakan dan mengidentifikasi, wilayah mana saja yang akan kita jadikan sabuk hijau,” pungkas Heri. (Azra)

LEAVE A REPLY