www.korannasional.com-Indonesia menempati posisi kelima di dunia dalam hal gizi buruk atau 3,8% dari total 87 juta jumlah anak nasional.

Deputi Menteri bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Rosalin mengatakan mengatasi permasalahan ini harus dilakukan dengan bantuan berbagai pihak.

“Perlu sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan LSM mengatasi gizi buruk. Keluarga dan sekolah juga sangat penting dalam pemenuhan hak atas kesehatan anak,” katanya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Dengan kerjasama antara pemerintah, JNE, dan Foodbank of Indonesia (FoI) memberikan sarapan untuk anak, diharapkan bisa membantu mengentaskan gizi buruk.

Pendiri FoI Hendro Utomo mengatakan kerjasama ini dimulai dengan 10 titik sekolah di Jakarta.

“Berikutnya akan ada di enam kota di Jawa yang nantinya memiliki 160 titik di Jawa dan Sumatera,” jelasnya.

Hendra menambahkan saat ini baru ada penyedia roti dan buah untuk mengurangi masyarakat kelaparan. Namun dia mengaku ada pihak lain yang tertarik memberikan bantuan.

FoI juga akan menggandeng lembaga swadaya lain yang tertarik dalam program Indonesia Ceria ini.(jbbi)