>

www.korannasional.com–Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memegang peran strategis dalam organisasi kementerian.

“Fungsinya pun ibarat rel dalam sebuah rangkaian kereta,” kata Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, saat memberikan arahan kepada jajaran Setjen pada acara Rapat Kerja Sekretariat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Jakarta, Kamis (22/2/2018) lalu.

“Saya senang sekali diadakan rapat kerja seperti ini. Sekretariat Jenderal (Setjen) merupakan satu unit kerja yang begitu penting. Kalau kereta, ibarat relnya. Fungsinya untuk memastikan semua unit kerja on the track supaya sampai ke tujuan,” ujarnya.

Agar kinerja kementerian berada pada jalurnya, dirinya pun meminta agar Setjen memerhatikan dua faktor kunci. Pertama, memastikan apa tujuan yang hendak dicapai oleh kementerian. Lalu kedua, pengawasan kepada seluruh Unit Kerja Eselon 1 lainnya.

“Cek di Renstra (Rencana Strategis) targetnya apa. Setjen kontrol UKE lain supaya tidak melenceng dari renstra. Kedua, monitoringnya. Buktikan kita bukan kementerian underdrop. Kita harus membangun super team,” tegasnya.

Selain itu, Menteri Eko juga meminta agar fungsi biro sebagai unit kerja di dalam Setjen berjalan selaras satu sama lain. Hal tersebut, lanjutnya, akan menentukan tingkat performa kinerja kementerian sebagai unit besarnya.

“Kalau Setjennya jelek, unit kerjanya bagus, ya gak akan bagus. Kalau perencanaannya (Biro Perencanaan) gak bener, semuanya gak bener. Keuangan (Biro Keuangan) dan lainnya, semuanya tergantung detail. Kita harus perhatikan hal-hal detail. Tidak bisa semua makro. Peran Setjen begitu penting sebelum bicara yang besar dan muluk tentang Kemendes PDTT,” pungkas Mendes PDTT. (Supri/Mir)

LEAVE A REPLY