www.korannasional.com– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya bersama Polrestabes Surabaya, Garnisun, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan BNNK Surabaya menggelar operasi gabungan di Hari Valentine, Rabu (14/2/2018).

Hasilnya razia gabungan yang dibagi ke dalam dua tim tersebut mampu menjaring 108 orang yang diduga pasangan mesum.

“Hasilnya, kami menjaring 108 orang yang terdiri dari 53 laki-laki dan 55 perempuan. 108 orang itu terjaring di 11 hotel, kos dan home stay,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Bagus Supriyadi di Surabaya, Kamis (15/2/2018).

Bagus juga menjabarkan rincian lokasi tempat tim gabungan melakukan operasi. Di antaranya, di Hotel Pasar Besar terjaring 23 orang, yang terdiri dari 12 laki-laki dan 11 perempuan. Kemudian di Hotel Mini Kenjeran dan Motel Kenjeran menjaring 39 orang yang terdiri dari 18 laki-laki dan 21 perempuan.

Begitu pun di Hotel Hanna yang mampu menjaring 10 orang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan. Ada juga di Hotel Puri terjaring 4 orang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan. Selain itu, di Hotel SL menaring 6 orang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan.

Ada juga di Hotel Pitstop menjaring 2 orang terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, di Hotel Gubeng menjaring 6 orang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan, dan di Hotel Istana Permata menjaring 7 orang terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan.

Tim gabungan juga melakukan razia di Home Stay Heny. Di sana petugas menjaring 2 orang terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian di Kost orange menjaring 2 orang terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, di Hotel Arjuna Indah menjaring 7 orang, terdiri dari 3 laki-laki dan 4 perempuan.

“Kami menyasar hotel, kos dan home stay itu karena kami mendapatkan informasi dan kami menduga ada banyak pasangan mesum yang akan berkunjung ke tempat tersebut. Ternyata benar,” ujar Bagus. 

Bagus melanjitkan, tim gabungan dari BNN juga melakukan tes urine dan darah kepada mereka yang terjaring razia. Hasilnya, 17 orang dinyatakan positif narkoba, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 7 perempuan.

Bagus memastikan, bagi 17 orang yang positif menggunakan narkoba akan langsung dibawa oleh BNN untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Sebab, mereka memiliki langkah-langkah sendiri untuk menangani warga yang positif menggunakan narkoba. Dalam operasi ini, kami pastikan tidak ada yang negatif HIV, ujar Bagus. (Yasin)