www.korannasional.com-Penyeberangan di Selat Bali termasuk paling ramai di Tanah Air. General Manajer PT ASDP Ketapang-Gilimanuk, Elvi Yosa, memperkirakan puncak arus penyeberangan kapal di Selat Bali ini terjadi pada Jumat ini hingga Sabtu (30/12). Itulah momen pergantian tahun.

“Hari ini dan besok Sabtu (30/12) diprediksi sebagai puncak kepadatan lalu-lintas di jalur penyeberangan bagi masyarakat yang ingin merayakan Tahun Baru di Pulau Bali maupun sebaliknya di Pulau Jawa,” katanya, saat dihubungi di Banyuwangi, Jumat (29/12).

“Kami siagakan sebanyak 32 kapal dan tujuh dermaga yang dibuka untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru, sehingga diharapkan tidak ada antrean panjang dan kemacetan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk,” tuturnya.

Berdasarkan data di Pelabuhan Ketapang, hingga pukul 08.00 WIB Kamis (28/12), tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 32 unit dengan 287 pelayaran yang menyeberangkan 27.811 orang, 2.030 unit sepeda motor, dan 4.854 unit mobil-truk-bis.

“Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang turun tujuh persen dari tahun lalu sebanyak 29.906 orang, kendaraan roda dua juga turun tiga persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.088 unit, dan kendaraan roda empat atau lebih tahun ini turun sekitar empat persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 5.069 unit,” katanya.

Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 33 unit dengan perjalanan sebanyak 281 pelayaran, yang menyeberangkan penumpang dari Pulau Bali menuju ke Pulau Jawa sebanyak 29.061 penumpang, kendaraan roda dua sebanyak 3.346 unit, dan kendaraan roda empat sebanyak 4.272 unit.

Untuk gabungan dua pelabuhan tercatat jumlah perjalanannya sebanyak 568 pelayaran dengan jumlah penumpang sebanyak 56.872 orang, kendaraan roda dua sebanyak 5.376 unit, kendaraan roda empat sebanyak 9.126 unit,” ujarnya.

Pihak ASDP Ketapang menyiapkan empat loket untuk kendaraan roda empat, dua loket untuk kendaraan roda dua, dan dua loket untuk penumpang, sehingga diharapkan tidak ada antrean panjang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru di jalur penyeberangan Selat Bali itu.(ant)