www.korannasional.com-Kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengalami peningkatan pascaletusan Gunung Agung, di Kabupaten Karangasem, Bali.

“Sebenarnya sejumlah hotel sudah dipesan wisatawan jauh-jauh hari sebelum Gunung Agung meletus karena mereka memang berlibur ke Banyuwangi,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda di Banyuwangi, Sabtu (2/12).

Namun yang tidak diduga kunjungan wisatawan semakin meningkat setelah letusan dan Bandara Ngurah Rai di Bali ditutup selama beberapa hari.

Menurut dia, dampak letusan Gunung Agung sangat luar biasa bagi Kabupaten Banyuwangi karena sebelumnya Bandara Blimbingsari di Banyuwangi menjadi bandara transit saja.

Setelah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup, maka Bandara Blimbingsaru menjadi bandara utama yang dituju wisatawan asing maupun domestik untuk ke Surabaya dan Jakarta.

“Hal itu juga berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel di Banyuwangi yang terisi sekitar 95 persen dari jumlah kamar yang tersedia karena sebagian wisatawan harus bermalam di hotel akibat kehabisan tiket pesawat dari Bandara Banyuwangi yang menuju Surabaya maupun Jakarta,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, jasa sewa bis biro perjalanan di Banyuwangi juga meningkat karena dipesan wisatawan yang menggunakan jalur darat untuk menuju ke Surabaya, sehingga dampak erupsi sangat berpengaruh pada Kabupaten Banyuwangi.

“Wisatawan yang kehabisan tiket pesawat di Bandara Banyuwangi dan tidak bermalam di hotel, maka mereka akan menggunakan jasa bis sewa untuk menuju Bandara Juanda Surabaya atau kota-kota lain yang dituju,” katanya.

Dari Banyuwangi, wisatawan bisa menuju Gunung Ijen, Alas Purwo, Sukamade, Pulau Merah, Watu Dodol, Pantai Boom, Desa Wisata Adat Using Kemiren, dan terbaru adalah Kampung Primitif di Purwodadi.(ant)