www.korannasional.com-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyesalkan pesawat Hercules milik TNI AU yang mengangkut minuman beralkohol ke wilayah itu karena distribusi minuman ini justru mengancam keselamatan warganya.

Sekretaris Jayawijaya Yohanis Walilo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (2/12), mengaku belum menerima laporan lengkap Hercules dan para pihak yang meloloskan penyelundupan 797 botol minuman keras jenis vodka ke Jayawijaya.

“Kalau memang itu kedapatan ada aviasi yang sengaja mendatangkan ini, kami akan ambil langkah untuk sementara aviasi tersebut tidak usa beroperasi di sini karena itu merugikan, bahkan mengacam kehidupan masyarakat di kabupaten ini,” kata Yohanis.

Ia mengatakan jika sudah mendapatkan laporan lengkap akan melapor kepada bupati karena Jayawijaya adalah daerah yang memiliki peraturan daerah tentang larangan peredaran minuman beralkohol.

“Saya pikir kalau ada yang sengaja, maka oknumnya ditahan, dan aviasinya sementara kita akan lapor bupati untuk tidak usah operasi di sini karena sudah ada kesepatakan sebelumnya,” kata Yohanis.

Rabu pekan ini polisi menyita 797 botol vodka dalam 32 ember cat sesaat setelah tiba di Bandara Wamena, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengungkapkan ratusan botol vodka itu dikemas di dalam ember cat. Kasus ini terungkap karena polisi mencurigai isi 32 ember cat yang baru diturunkan dari Hercules.

“Pesawat Hercules tiba di Wamena, Rabu (29/11) dari Merauke dengan membawa berbagai barang kebutuhan masyarakat seperti bahan makanan pokok, semen dan minuman kemasan serta cat yang ternyata berisi minuman beralkohol jenis vodka,” kata Kamal.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pemilik ratusan vodka ini adalah AS (38). 797 botol vodka dan AS sudah diamankan di Mapolres Jayawijaya.

Komandan Lanud Jayapura Kol (P) Yani Amirullah mengaku masih menyelidiki kasus ini demi mengetahui ada tidaknya keterlibatan anggotanya dalam kasus ini.

“Ke depan akan lebih mengawasi barang barang yang akan diangkut,” kata Yani.(ant)