Britain Badminton - Yonex All England Open Badminton Championships Final - Barclaycard Arena, Birmingham - 12/3/17 Indonesia's Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya Sukamuljo celebrate victory in the men's doubles final Action Images via Reuters / Andrew Boyers Livepic EDITORIAL USE ONLY.
>

www.korannasional.com-Atlet bulu tangkis ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses merebut gelar turnamen super series keenam di Hong Kong setelah mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding dalam putaran final, Minggu (26/11).

“Kami puas dengan hasil di dua turnamen. Kami dapat tampil maksimal dan juara di keduanya. Kami tentu senang,” kata Marcus setelah mengalahkan ganda Mads/Mads 21-12, 21-18 di Kowloon, Hong Kong seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu.

Dua turnamen itu adalah turnamen super series premier China Terbuka 2017 dan turnamen Hong Kong Terbuka 2017. Kemenangan di Hong Kong sekaligus menjadi dominasi ganda putra andalan Indonesia itu atas pasangan Mads/Mads 3-2 dalam turnamen super series.

Sebelumnya, Kevin/Marcus juga berhasil menyabet empat gelar turnamen super series pada 2017 yaitu All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, dan Jepang Terbuka.

Catatan Kevin/Marcus juga menyamai pasangan atlet putra Korea Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang meraih enam gelar super series dalam satu tahun turnamen Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) itu.

“Hari ini saya puas dan menikmati permainan saya. Saya mampu menguasai keadaan dan cukup nyaman,” kata Kevin setelah pertandingan.

Pada game pertama Hong Kong Terbuka, Kevin/Marcus berhasil menguasi pertandingan dengan memimpin jauh atas pasangan Denmark 15-5 dan 19-8. Pasangan yang menjadi unggulan pertama turnamen itu menutup game pertama dengan skor 21-12.

Pada game kedua, perolehan skor ganda Merah-Putih sempat bersaing ketat 3-4 dan 8-9. Serangan demi serangan Kevin/Marcus pun kembali hadir pada akhir game kedua. Smes kencang Kevin ke tengah lapangan lawan menjadi poin kemenangan Kevin/Marcus 21-18 atas Mads/Mads.

“Tadi pada game kedua, saya terkendala bola atasnya yang masih sering goyang. Beruntung, Kevin mampu menguasai bola depan. Saya lantas berusaha menurunkan shuttlecock-nya saja,” ujar Marcus.

Kevin mengakui pola permainan pasangan asal Skandinavia itu adalah permainan cepat sehingga tidak mudah ditundukkan. “Mereka pemain yang bagus. Kami selalu bersaing ketat ketika menghadapi mereka,” kata Kevin.(ant)

LEAVE A REPLY