www.korannasional.com– Jangan cuti kalau tak punya proyeksi. Percuma kalau cuma bengong di rumah sambil ayunkan kaki. Walau cuma 2-3 hari cuti, manfaatkanlah dengan cara relaksasi.

“Ibarat mesin, manusia itu perlu service kecil yaitu libur akhir pekan dan service besar seperti cuti. Nah ini yang sering tidak dipakai oleh banyak pekerja,” kata psikolog dan akademisi Universitas Atma Jaya, Vierra Della.

Budi Riyanto, pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menghabiskan rutinitas sehari-hari dengan setumpuk pekerjaan. Berangkat pagi, pulang malam hari. Waktu istirahat sering terganggu.

Tidur pun tidak nyenyak karena memikirkan pekerjaan dan stres. Itu wajar karena tuntutan pekerjaan. Nah touring menurut Budi bisa jadi obat melepas penatnya rutinitas.

“Sejenak kita bisa berada pada dimensi lain, melupakan pekerjaan. Apalagi touringnya bersama teman-teman di lingkungan tempat tinggal. Gokil habis dan nggak jaim. Jadi suasana bisa lepas dan plong,” tutur Budi yang menunggang Motor Yamaha MT25.

Pria yang hobi nonton MotoGP ini mengambil tiga hari cuti sejak Senin-Rabu (20-22 Novemver). Seperti kata psikolog Vierra Della, Budi memanfaatkan weekend, Sabtu-Minggu (18-19 November) dengan ikut touring Syari’ah warga Sektor Nilam Permata Depok ke Geopark Ciletuh di pesisir barat Kabupaten Sukabumi.

“Itu strategi cuti saya. Sehabis touring pasti badan pegal-pegal. Jadi saya manfaatkan buat istirahat,” tutur Budi.

Seperti biasa sebelum berangkat, ayah dua anak ini, mempersiapkan motornya seapik mungkin. Maklum, touring kali ini cukup berat mengingat jaraknya sekitar 177km dari Kota Depok.

Budi bukan sekadar touring. Pria 47 tahun ini juga menyalurkan hobinya membuat video. Hasil kreativitasnya itu–meski menurutnya masih amatiran– tapi ia berani menyemplungkannya ke youtube atau vlog pribadinya. “Paling tidak, hati puas saja, ada kenang-kenangan perjalanan,” tuturnya.

Touring kali ini menurut Budi memang yang butuh tenaga ekstra. Dia dan rombongan, 23 orang, berangkat sejak pukul 03;30 WIB. Setelah menghabiskan 8,5 jam perjalanan, Budi dan rekan-rekannya tiba di Geopark Ciletuh, pesisir barat Kabupaten Sukabumi.

“Benar-benar mengasyikan. Jalannya mulus, viewnya luar biasa. Semua rasa lelah tidak terasa. Badan dan pikiran malah segar begitu melihat panorama alam Geopark Ciletuh,” ujarnya berbagi cerita.

Geopark Ciletuh adalah kawasan yang terdiri atas gunung dan pantai yang di dalamnya dapat dijumpai komposisi batuan purba. Batuan itu muncul ke permukaan kerena terendapkan dalam palung laut hasil penunjaman lempeng samudera di bawah lempeng benua pada Zaman Kapur, 50-65 juta tahun silam.

Di sana, penginapan-penginapan itulah tempat bermalam yang paling representatif bagi wisatawan dari luar kota. Wisatawan bisa berkeliling ke sejumlah objek wisata seperti Panenjoan, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Puncak Darma, Pantai Palangpang, serta Pulau Kunti dan sejumlah pulau di sekitarnya seperti Pulau Mandre dan Pulau Badak.

Mengingat lokasi wisata di Geopark Ciletuh belum dikelola secara perofesional, tidak ada patokan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk bisa mengakses sejumlah tempat dengan pemandangan surgawi di sana.

“Saran saya ambil cuti, manfaatkan dengan reklasasi ke tempat-tempat surgawi alami,” imbuh Budi.*Surya