www.korannasional.com-Sejak 1977 pemerintah telah melarang praktik pemasungan, namun nyatanya masih banyak ditemui perlakuan buruk terhadap penyandang disabilitas psikososial di Indonesia.

Di wilayah Jawa Barat tercatat sebanyak 4.324.221 mengalami permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ringan, dari total penduduk 46.497.000 orang. Sedangkan ODGJ berat sebanyak 74.395 orang. Adapun yang mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh anggota keluarganya dengan cara dipasung sebanyak 10.638 orang.

Hal itu diungkap Anggota DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, saat menghadiri acara Ngobrol Santai Bareng Wartawan Depok di Rumah Kabeda, Jl HM Usman, Kelurahan Kukusan, Beji, Kota Depok, Sabtu (11/11/2017).

“Ya, ada puluhan ribu yang dipasung. Kasihan, ada yang dirantai dan ada yang kakinya dijepit balok kayu,” katanya.

Ditegaskan Hasbullah, tidak dibenarkan memperlakukan penderita gangguan jiwa dengan cara seperti itu, karena selain tidak manusiawi justru semakin memperparah kondisi fisik dan psikisnya. Padahal penyandang disabilitas psikososial masih bisa disembuhkan.

“Sebaiknya jangan dipasung, segera lapor ke Dinas Sosial untuk direhabilitasi dan diberikan obat secara stimulan. Studi kasusnya, 40 persen penderita gangguan jiwa yang terbebas dari pasungan masih bisa disembuhkan,” kata Anggota Komisi IV yang membidangi Pembangunan (Kebinamargaan, Pengairan, Tata Ruang dan Pemukiman) ini.

Dia mengingatkan pemerintah daerah (kabupaten/kota) agar tidak berdiam diri apabila di wilayahnya ditemui kasus pemasungan, segera lakukan tindakan berupa rehabilitasi atau membawanya ke rumah sakit jiwa.(amr)