korannasional.com-Terjadinya bencana bukan hanya disebabkan oleh alam saja, tetapi juga karena perbuatan manusia, misalnya karena serakahnya para pengembang nakal sehingga lingkungan menjadi rusak.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, saat menghadiri Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar di Sorong, Papua Barat, Senin (23/10/2017).

“Guna mengantisipasi kerusakan lingkungan, Pemda harus berperan aktif terutama yang terkait pemberian izin, jangan sembarangan ngasih izin, termasuk kajian amdalnya,” ujar Pradi.

Diakui Pradi, Peringatan Bulan PRB yang dihadirinya sangat bermanfaat sekali, utamanya untuk meningkatkan kepedulian pemerintah daerah terhadap upaya mengurangi risiko bencana.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, para pejabat daerah yang mewakili daerahnya masing-masing, akan lebih memahami upaya yang paling efektif dalam mencegah atau mengurangi risiko terjadinya bencana,” kata Pradi.

Kegiatan tahunan yang digagas dan difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mengusung tema “PRB Sebagai Investasi Pembangunan”.

Dipilihnya tema tersebut mengacu semangat Nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kegiatan ini dihadiri 3.000 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Hadir pula sejumlah duta besar, perwakilan Asean Member States, para Kepala Daerah, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan NJO serta para kepala BPBD kabupaten/kota, dan kementrian.

Menurut Pradi, tujuan kegiatan ini adalah membangun kesadaran bersama, serta membangun dialog dan jejaring antar pelaku PRB.

“Khusus untuk Kota Depok diharapkan dapat mengambil banyak manfaat dari pengelolaan atau manajemen risiko bencana yang telah dilakukan oleh daerah lain,” kata Pradi.

Misalnya, lanjut Pradi, kehadiran organisasi BPBD sebagai organisasi perangkat daerah, karena Kota Depokpun memiliki potensi resiko bencana.

“Saat ini hanya ditangani oleh tim Satkorlak Penanggulangan Bencana yang dikelola Asisten Hukum dan Sosial, Dinas Sosial, Dinas Damkar dan Penyelamatan. Itu masih perlu perbaikan, dan harus lebih sinergi,” papar Pradi.

Namun Pradi mengapresiasi kegiatan Penanggulangan Bencana di Kota Depok yang banyak didukung masyarakat.

“Warga Depok sangat guyub, jiwa gotong royongnya sangat kami rasakan. InsyaAllah ke depannya semakin erat dan kompak, terutama saat menangani bencana di lingkungannya,” demikian Pradi.(amr)