www.korannasional.com-Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, masih menyelidiki kecelakaan maut “adu banteng” melibatkan mobil pribadi jenis Toyota Kijang Innova yang dikendarai Danramil Karangan Kapten (Inf) Panut dengan sepeda motor yang menyebabkan dua pengendaran tewas, Rabu (11/10) malam.

“Anggota Lantas semalam langsung meluncur lokasi dan sampai saat ini kasus itu dalam penyelidikan,” kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi di Trenggalek, Kamis (12/10).

Dua korban tewas dalam kecelakaan itu adalah dua remaja pengendara motor berboncengan, yakni Angga (15) dan Mario (16), pelajar asal Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari.

Tabrakan maut terjadi di Jalan Raya Karangan-Gandusari, Desa Jatprahu, Kecamatan Karangan, sekitar pukul 21.15 WIB. Dalam insiden tersebut, Angga dan Mario yang berboncengan mengendarai sepeda motor variasi Honda Megapro Nomor Polisi AG 3172 AA tewas di lokasi kejadian setelah terpelanting dari atas motor hingga belasan meter.

Kesaksian warga di sekitar lokasi kejadian, tabrakan digambarkan sebagai insiden yang mengerikan seperti “adu banteng” karena kedua kendaraan melaju dari dua arah berlawanan dengan sepeda motor dalam kecepatan tinggi.

“Sepertinya sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi ini oleng ke kanan sehingga menabrak mobil Innova yang dikendarai Pak Dandramil dari arah berlawanan,” tutur Arif Kurniawan, saksi mata.

Begitu kerasnya genturan yang terjadi sampai sepeda motor patah dan ringsek persis di depan mobil Danramil yang juga mengalami kerusakan berat.

“Innova tadi kelihatannya sempat mau menghindar, sedangkan sepeda motor juga mengerem, namun karena jarak sudah dekat, tidak mungkin, sepeda motor langsung nabrak bagian depan mobil. Kondisi sepeda motor ringsek, bahkan mesinnya pecah,” tuturnya.

Korban terpelanting jauh belasan meter dari titik benturan hingga halaman rumah warga tanpa bergerak lagi.

Warga yang melihat kejadian sempat mendekati kendaraan yang kecelakaan dan korban yang tergeletak dengan pendarahan berat di kepala.

Namun karena tak bergerak, warga tak berani mengevakuasi hingga polisi dan petugas kesehatan datang memberikan upaya pertolongan pertama.

“Kedua korban meninggal di lokasi kejadian,” kata Supadi.

Informasi dari petugas dan warga, saat itu Danramil Kapten (Inf) Panut dalam perjalanan pulang bersama istrinya usai menjenguk anggotanya yang sakit di Desa Jatiprahu.

Kondisi Danramil Panut dan istri dilaporkan selamat, namun mobilnya mengalami kerusakan cukup parah di bagian moncong dan kaca depan.

Supadi mengatakan belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan tersebut, karena masih dalam proses penyelidikan Unit Laka Lantas Polres Trenggalek.(ant)