www.korannasional.com-Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamdan Kurniawan, mengatakan pelaksanaan pemilu serentak termasuk di kabupaten/kota provinsi ini yang direncanakan pada 17 April 2019 akan menggunakan lima kotak suara.

“Berbeda dengan pemilu sebelumnya, kalau pemilu serentak tahun 2019 menggunakan lima kotak suara,” kata Ketua KPU DIY dalam Sosialisasi Tahapan Pemilu Serentak 2019 bagi parpol dan stakeholder terkait di Bantul, Rabu (27/9).

Menurut dia, pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya, KPU menggunakan empat kotak suara, namun pada 2019 menggunakan lima kotak suara karena selain memilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten juga memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Hamdan mengatakan, hal itu menjadi tantangan KPU kabupaten/kota dalam mengatur teknis penyelenggaraan Pemilu, tantangan itu berkait dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara yang lebih kompleks dan memerlukan waktu cukup panjang.

“KPU sebagai penyelenggara telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi hal itu, dimungkinkan jumlah pemilih per TPS (tempat pemungutan suara) akan diatur maksimal 300 pemilih, sehingga bisa mengurangi waktu penghitungan suara,” katanya.

Ia menjelaskan, hari H pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 telah ditetapkan pada 17 April 2019, dan tahapan-tahapannya telah dimulai sejak Agustus, sehingga harapannya tahapan pemilu serta hal-hal yang penting perlu diperhatikan.

Adapun peserta sosialisasi terdiri parpol peserta Pemilu 2014 dan parpol, organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, ormas perempuan, ormas kepemudaan, ormas disabilitas, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan tiga lurah desa pelopor demokrasi.

Sementara itu, Ketua KPU Bantul Muhammad Johan Komara mengatakan, kegiatan ini sebagai tahap awal proses Pemilu serentak 2019 yang akan memilih anggota DPRD II, DPRD I, DPR RI, DPD dan pasangan calon pada pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Dan sebagai wujud membangun serta meningkatkan kuantitas dan kualitas pemilu 2019, KPU Bantul bekerjasama dengan tiga desa di Bantul untuk membangun Desa Pelopor Pemilu yakni Desa Dlingo, Desa Guwosari dan Desa Sumbermulyo,” katanya.(ant)