www.korannasional.com-PDI Perjuangan Kabupaten Klaten optimistis mantan Bupati Klaten Sunarna akan maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah pada pilkada 2018.

“Kami yakin 100 persen dapat rekomendasi dari DPP. Kalau dari peta kekuatan incumbent pasti elektabilitas nomor satu, tetapi kami yang lebih memahami arah dalam partai, lebih mengerti situasi di PDI Perjuangan,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Klaten Aris Prabowo di sela kegiatan donor darah yang diadakan oleh Konco Mas Narna di Hartono Mal Solo Baru, Jateng, Senin (25/9).

Ia mengatakan dari survei internal yang dilakukan oleh PDIP sekitar dua minggu lalu, Sunarna menempati posisi keempat. Meski demikian, menurut dia survei tersebut memiliki margin error yang cukup tinggi, yaitu sekitar 5 persen.

“Hasil survei terbaru akan dapat diketahui pada akhir bulan ini, yang pasti kami terus berupaya untuk meningkatkan elektabilitas pak Narna,” katanya.

Terkait dengan elektabilitas tersebut, dikatakannya, pihaknya terus berupaya untuk menjaring relawan Sunarna. Bahkan Aris mengklaim, hingga saat ini keberadaan relawan Sunarna atau disebut juga Konco Mas Narna ada di hampir setiap daerah.

“Kalau untuk pantura sejauh ini cukup, sedangkan Karesidenan Kedu baru sekitar 30 persen yang kami masuki. Dalam hal ini kami terus melakukan review untuk memastikan ada peningkatan elektabilitas yang signifikan,” katanya.

Meski mengaku belum mendata secara detail, dikatakannya, hingga saat ini jumlah relawan Sunarna terus mengalami peningkatan.

“Masuknya dalam jumlah yang cukup besar, misalnya komunitas ada 200 orang. Belum lama ini dari Kabupaten Boyolali jumlahnya sekitar 2.000 orang, dari Pegunungan Kendeng jumlahnya 350 orang,” katanya.

Sementara itu, disinggung mengenai potensi rekomendasi posisi pencalonan yang diperoleh Sunarna, dikatakannya, hingga saat ini relawan masih berharap Sunarna dapat maju sebagai calon gubernur.

“Sampai last minute kami masih akan berjuang untuk Jateng satu,” katanya.

Meski demikian, suka tidak suka pihaknya akan tetap mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP PDIP.(ant)