www.korannasional.com-Empat kandidat yang mendaftar ke PDIP untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gorontalo Utara 2018, Provinsi Gorontalo, mengikuti uji kepatutan dan kepantasan partai tersebut di kantor DPP PDIP di Menteng, Jakarta Pusat.

Pengurus DPC PDIP Gorontalo Utara, Saiful Mamu, Sabtu (19/8), mengatakan, dari lima kandidat yang mendaftar pada tahapan penjaringan di DPC PDIP, hanya empat orang yang hadir mengikuti uji kepatutan dan kepantasan.

Keempatnya adalah Indra Yasin bakal calon bupati yang juga masih menjabat bupati Gorontalo Utara periode 2013-2018, Thoriq Modanggu bakal calon bupati/wakil bupati dari kalangan akademisi berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Adrian Lahay bakal calon bupati/wakil bupati, juga ASN dan masih menjabat Kepala Badan Kesatuan dan Politik Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta Roni Imran calon bupati yang kini masih menjabat Wakil Bupati Gorontalo Utara periode 2013-2018.

Saiful mengatakan, seluruh bakal calon sudah datang di kantor DPP PDIP dan mengikuti seluruh rangkaian sejak pukul 10.00 WIB, dengan harapan bisa mengikutinya hingga rampung.

Salah satu bakal calon bupati/wakil bupati, Adrian Lahay mengatakan, dirinya merasa wajib mengikuti tahapan tersebut bahkan sudah meminta izin langsung kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Terkait statusnya yang masih resmi ASN, Adrian mengaku akan segera memproses pengunduran diri agar secara otomatis saat penetapan calon bupati/wakil bupati oleh pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), maka dirinya akan langsung berhenti, pensiun.

“Seluruh rangkaian penjaringan oleh partai politik tempat saya mendaftar sebagai bakal calon harus diikuti untuk mendapatkan rekomendasi sebagai calon yang akan diusung, termasuk harapan yang besar oleh PDIP,” ujar Adrian.

Roni Imran, bakal calon bupati yang kini menjabat Wakil Bupati pun mengatakan hal yang sama, jika seluruh rangkaian mekanisme partai termasuk oleh PDIP agar bisa menjadi calon yang akan diusung, wajib diikuti dengan baik.

“Saya berharap, proses yang baik ini akan menghasilkan keputusan yang baik terhadap pasangan calon yang akan menerima rekomendasi untuk diusung pada Pilkada 2018,” ujar Roni.

uji kepatutan dan kepantasan tersebut juga dilakukan untuk daerah lainnya, termasuk Pemilihan Walikota Gorontalo yang diikuti lima bakal calon Wali Kota, diantaranya Marten Taha calon inkumben, Adhan Dambea mantan Wali Kota dan Roem Pagau mantan Bupati Boalemo.(ant)