www.korannasional.com-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengincar kredit baru senilai Rp5 triliun dari pameran properti tahunan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 yang menghadirkan hampir 900 proyek perumahan, kata Direktur Utama BTN Maryono.

“Pameran IPEX ini digelar sejalan dengan komitmen kami menjadi integrator utama Program Satu Juta Rumah,” ujarnya, dalam pameran yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/8/2017).

Ia menimpali, “Melalui pameran perumahan ini, masyarakat Indonesia, terutama di Jabodetabek bisa lebih mudah memilih dan memiliki rumah. Dengan berbagai kemudahan yang kami tawarkan, kami meyakini dapat mencatatkan potensi kredit baru hingga Rp5 triliun dari pameran ini.”

Maryono mengatakan penyelenggaraan IPEX 2017 menjadi upaya perseroan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah, terutama dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah.

IPEX 2017, menurut dia, juga menjadi langkah Bank BTN meningkatkan penyaluran KPR perseroan sehingga dapat mengerek naik pangsa pasarnya.

Melalui ajang pameran dan berbagai upaya yang dilakukan Bank BTN, Maryono optimistis pihaknya dapat mencapai target yang dibidik perseroan.

Pada akhir 2017 emiten bersandi saham BBTN itu membidik pertumbuhan kredit perumahan rakyat (KPR) di level 21 hingga 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dua tahun mendatang, ia menyatakan perseroan juga membidik akan mencatatkan pangsa pasar KPR naik ke level 40 persen.

Secara total per akhir Juni 2017, ia merinci, KPR Bank BTN tumbuh di level 19,13 persen (yoy) menjadi Rp127,49 triliun dari Rp107,02 triliun pada Juni 2016.

Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tercatat menjadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan kredit perumahan Bank BTN. Per Juni 201, KPR Subsidi Bank BTN naik 28,34 persen (yoy) dari Rp49,86 triliun menjadi Rp63,99 triliun.

Kenaikan juga terpantau pada KPR Non-subsidi yang tumbuh 11,09 persen (yoy) dari Rp57,15 triliun pada kuartal II tahun 2016 menjadi Rp63,49 triliun di periode yang sama tahun ini.

Kemudian, ia menyatakan dengan kinerja penyaluran tersebut, Bank BTN kini masih memimpin pangsa pasar KPR senilai 35,4 persen per 31 Maret 2017.

Maryono menambahkan IPEX 2017 juga digelar dalam rangka peringatan Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama pemangku kepentingan di bidang perumahan sejak 25 Agustus 2008.

Sejalan dengan peringatan tersebut, IPEX 2017 melakukan akad kredit secara serentak yang melibatkan 1.000 polisi dan masyarakat umum di seluruh Indonesia melalui BTN.

Dalam pameran yang berlangsung mulai 11 Agustus hingga 20 Agustus 2017 itu, Bank BTN juga menawarkan beberapa kemudahan, seperti KPR non-subsidi, perseroan menawarkan bunga KPR senilai 5 persen fixed setahun dan 6,5 persen fixed tiga tahun, uang muka (down payment/DP) mulai dari 5 persen, disetujui dalam sejam dan diskon hingga 20 persen untuk premi asuransi jiwa.

Pada IPEX 2017 juga ditawarkan fasilitas KPR Bundling, yakni kredit rumah beserta kendaraan bermotor dan furniture, serta sejumlah program promosi menarik lain.

Bank BTN juga memberikan diskon biaya administrasi senilai 50 persen, bunga 5 persen selama jangka waktu kredit dan DP mulai satu persen untuk program KPR Subsidi.

Maryono mengungkapkan pihaknya membidik 300.000 pengunjung acara yang berlangsung selama 10 hari tersebut.

IPEX 2017 pun tidak hanya menampilkan para pengembang, tapi juga perusahaan building material. Rencananya akan ada 300 pengembang kelas kecil, menengah dan besar.(ant)