www.korannasional.com-Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mencanangkan Kota Ramah Lansia yang ditandai dengan penandatanganan piagam di Lapangan Balitbio, Cimanggu, Sabtu (5/8).

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menekankan, komitmen pemerintah kota untuk menjadikan Bogor sebagai kota yang ramah bagi segala usia baik untuk anak-anak, remaja, hingga lansia.

“Kenapa perlu mengeluarkan komitmen ramah lansia, untuk menghargai dan menghormati lansia,” katanya.

Ia mengatakan, tidak ada cerita anak kurang ajar menjadi sukses. Karena sejatinya kesuksesan sang anak ada peran doa orang tua di dalamnya.

“Doa orang tua bagian dari kesuksesan kita,” katanya.

Bima menyebutkan, hidup adalah pengulangan, suatu saat anak akan menjadi orang tua. Mereka yang kini menjadi orang tua muda, nantipun ingin dirawat oleh anak-anaknya ketika usia senja.

Menurutnya, menjadi tua itu keniscayaan tapi menjadi orang tua yang bijaksana itu adalah pilihan. Walau berpendidikan tinggi di masa muda, masih perlu belajar bijaksana dari para orang tua.

“Seperti saya walaupun pendidikan yang lumayan masih perlu belajar bijaksana dari para orang tua yang pengalamannya lebih panjang,” katanya.

Ia mengatakan, setiap bersilaturahmi dengan para senior mendapatkan kepuasan dan pembelajaran yang tidak dapat dibukukan. Seperti dalam kunjungan safari Ramadhannya beberapa bulan lalu ke pelosok Kota Bogor, bertemu dengan sejumlah orang tua yang usianya mencapai 100 tahun lebih.

Di Kelurahan Situ Gede, Bima bertemu dengan kakak beradik lansia yang masih sehat, bugar. Usia tertua sang kakak 130 tahun. Setiap bertanya apa resep awet mudanya, mereka menyebutkan keikhlasan dan optimisme.

“Yang penting bukan hanya sehat salah satu rumus panjang usia, selalu ikhlas dan berfikir optimis adalah kuncinya,” katanya.

Menurutnya, dari pengalaman tersebut pembelajaran yang didapat bagaimana menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Menerapkan pola fikir positif dan ikhlas kepada Allah SWT.

Bima juga menyinggung soal pembangunan Taman Lansia yang dalam waktu dekat segera direalisasikan dengan pemilihak lokasi di Taman Malabar.

Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Bogor, Aisyah Wan Ganie menyebutkan, pencanangan Bogor Ramah Lansia menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak tentang keberadaan lansia.

“Para lansia walau secara fisik sudah menurun tapi secara pengalaman dan kearifan tidak bisa diragukan,” katanya.

Ia mengatakan, peran lansia sangat besar, terutama di Kota Bogor, lansia berkontribusi di Pospindu sebagai kader yang secara ikhlas memberikan pendidikan keluarga. Mewariskan perjuangan kompetisi dengan semangat 45, mencintai keluarga, masyarakat dan NKRI.

“Mari sayangi orang tua, kehadiran wali kota dalam pencanangan Bogor Ramah Lansia sebagai simbol kedekatan dengan lansia. Mari membuat kebijakan pro bagi lansia,” katanya.

Selain pembuatan Taman Lansia, juga akan ada Puskesmas ramah lansia di Kota Bogor. Pencanangan Bogor Ramah Lansia ditandai pula dengan senam sehat yang diikuti ratusan lansia se Kota Bogor.(ant)