www.korannasional.com-Gempa cukup kuat mengguncang lepas pantai Fukushima di Jepang pada Kamis (20/7), tetapi tidak ada laporan kerusakan baru pada pembangkit listrik tenaga nuklir atau risiko tsunami.

Gempa dengan magnitudo 5,8 skala Richter terjadi pukul 09.11 waktu setempat di lepas pantai Prefektur Fukushima di Samudra Pasifik dengan pusat gempa berada di kedalaman 34 kilometer di bawah laut menurut lembaga survei geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS).

Badan meteorologi Jepang menyatakan gempa tersebut tidak menimbulkan risiko tsunami.

“Kami tidak menemukan adanya abnormalitas baru sejauh ini” di pembangkit Fukushima Daiichi, kata juru bicara Tokyo Electric Power Co, operator pembangkit listrik tenaga nuklir itu.

Gempa 9,0 skala Richter pada Maret 2011 memicu tsunami yang menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima dan memicu insiden nuklir terburuk di dunia sejak tragedi Chernobyl pada 1986.

Tokyo Electric kini masih membersihkan dan membongkar reaktor dalam proses yang diperkirakan memakan waktu setidaknya empat dekade.

Kepolisian Fukushima juga mengatakan tidak ada laporan kerusakan maupun korban cedera akibat gempa itu, demikian menurut warta kantor berita AFP.