www.korannasional.com — Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur (Jatim) mendorong Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk direkomendasi Dewan Pimpinan Pusat sebagai calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim

“Saya sebagai ketua PDIP Jatim sangat berharap pusat mendukung Gus Ipul untuk Pilkada 2018,” ujar Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi usai menerima pengembalian formulir Gus Ipul sebagai pendaftar calon Gubernur di kantornya di Surabaya, Senin (3/7/2017).

Selain menunjukkan keseriusan dan kualitasnya, kata dia, alasan utama dukungan tersebut karena hanya Gus Ipul satu-satunya tokoh yang mendaftar melalui jalur resmi serta mekanisme partai.

Lima nama pendaftar lainnya, masing-masing Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, anggota DPRD Jatim Suhandoyo, anggota DPR RI Said Abdullah beserta nama Kusnadi sendiri mendaftar sebagai bakal calon Wakil Gubernur.

Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan rekomendasi ke pusat serta Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, termasuk nama kandidat yang layak duduk di posisi calon Wakil Gubernur Jatim nantinya.

“Setelah 10 Juli, DPD akan melaporkannya ke pusat dan sekitar Agustus sudah ada rekomendasi melalui surat keputusan yang dikeluarkan untuk nama pasangan calon,” ucap politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul mengaku menghormati apapun keputusan PDIP nantinya dan menyerahkannya ke mekanisme internal yang berlaku. “Saya diantar oleh DPW PKB Jatim ke sini mendaftar, dan sekarang mengembalikan formulir sebagai bentuk memenuhi persyaratan. Selebihnya saya menghormati proses internal dan menyerahkannya ke PDIP,” kata Wakil Gubernur Jatim tersebut.

Salah seorang Ketua PBNU itu juga mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan beberapa partai politik lain, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang secara tidak formal telah bertemu membahas pencalonan Gubernur.

Sementara itu, proses pengembalian formulir pendaftaran calon masih sepekan lagi sehingga bagi kandidat yang belum mengembalikan ditunggu hingga 10 Juli 2017. (Meidya/Ant)