www.korannasional.com — Setelah libur lebaran, pengamat memprediksi kurs rupiah akan menguat pada pekan depan. Hal ini menyusul jatuhnya dolar terhadap mata uang utama seperti euro dan yen. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kurs dolar melemah. “Di antaranya berakhirnya stimulus moneter yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) serta Bank Sentral Amerika Serikat (Fed),” ujar Bhima, Jumat, (30/6/2017).

Bhima memperkirakan pascalebaran nilai rupiah akan berada di Kisaran Rp 13.280 sampai Rp 13.320 per dolar AS. “Sampai satu minggu setelah aktif, kondisi baru kembali normal,” terang dia. 

Sementara itu, Ekonom SKHA Institute for global Competitiveness Eric Sugandi memperkirakan, kurs rupiah masih akan berfluktuasi setelah libur lebaran. “Pada pekan depan saya expect rupiah di Kisaran Rp 13.300 sampai Rp 13.400,” katanya.

Ia pun menyebutkan, kondisi Indeks Harga Saham Gabunan (IHSG) setelah lebaran tetap tergantung pada reaksi pasar AS dan Asia terhadap rilis data milik AS, meliputi data personal income, personal spending, sertapersonal consumption expenditure (pce) deflator. Ia menjelaskan, pce deflator digunakan untuk mengukur inflasi. 

“Jika personal spending, income, dan pce deflator tumbuh lebih baik dari ekspektasi pelaku pasar global artinya pertumbuhan ekonomi AS baik, maka reaksi bursa global dan Asia bisa positif,” ujar Eric.

Dengan begitu bisa membantu mendorong IHSG. Sebaliknya, kata Eric, bila datanya lebih lemah dari ekspektasi, maka bursa global dan Asia dapat tertekan. (Meidya/Ant)

LEAVE A REPLY