www.korannasional.com–Dengan berkemeja putih, jas hitam lengkap dengan kopiah hitam, dipadu padan sarung cokelat, Presiden Joko Widodo sumringah didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menyambut para tamu yang bersilaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Istana Negara, Minggu (25/6/2017).

Dengan senyuman tak lepas menghiasi wajahnya, Jokowi menerima para pejabat negara, duta besar negara sahabat, hingga masyarakat dalam “Open House” di gedung yang dulunya dikenal dengan sebutan Istana Rijswijk.

“Open House” tersebut adalah kali pertama dilakukan Presiden selama menjabat. Pada Idul Fitri 2015, Presiden merayakannya di Banda Aceh sedangkan pada 2016 dilangsungkan di Padang, Sumatera Barat. 

Tahun ini, giliran warga ibukota yang boleh bersalaman dan menikmati sajian lebaran di istana. Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. 

Sebelum menerima para tamu yang hadir, “tamu” yang pertama disambut oleh Presiden adalah para wartawan yang biasa bertugas di Istana Kepresidenan. Presiden mendatangi para wartawan dan menyalami para jurnalis yang tetap bertugas di hari raya tersebut.

Selanjutnya, Jokowi yang juga didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri mwnyambut tamu pertama sekitar pukul 09.00 WIB adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno bersama keluarga serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan keluarga. 

Kemudian tampak para menteri Kabinet Kerja beserta keluarga ikut bersalaman dan mengucapkan “Minal Aidin Wal Faidzin” kepada Presiden antara lain adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakiri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Tampak juga Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri ESDM Ignatius Jona, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta menteri lainnya.

Tidak ketinggalan Ketua DPR Setya Novanto beserta keluarga, ketua DPD Oesman Sapta Odang, Jaksa Agung Prasetyo, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf yang datang bersama anaknya penyanyi Sherina Munaf serta para pejabat lainnya seperti Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Antonio Guido Filipazzi.

Sejumlah tamu yang sempat membuat “heboh” antrian silaturahmi adalah kedatangan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno –yang kompak mengenakan sarung– bersama keluarga masing-masing.

“Satu, dua, tiga,” kata Presiden Joko Widodo menghitung anak-anak Anies Baswedan yang ikut dibawa bersilaturahmi. Anies datang bersama dengan istrinya Fery Farhati Ganis dan anak-anaknya yaitu Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan dan Ismail Hakim Baswedan yang kompak mengenakan baju warna putih. 

“Minal Aidin Wal Faidzin,” kata Anies.

Setelah Anies dan Sandiaga, putra Presiden ke-6 Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono dan adiknya Edhi Baskoro Yudhoyono ditemani istri mereka –Annisa Pohan dan Siti Rubi Aliya Radjasa ikut bersilaturahmi.

Tentu bukan hanya para petinggi yang mendapat jatah salaman dan senyuman dari Presiden, masyarakat biasa pun dapat bersalaman dengan presiden setelah mengantri di kantor Sekretariat Negara. Warga pun ada yang mengenakan sarung dan sandal meski tidak sedikit yang mengenakan gamis. Mereka yang sudah selesai bersalaman dapat menikmati sajian istana seperti somay, bakso, bakwan malang hingga kue-kue kering di depan Wisma Negara.

Tidak hanya itu, Presiden juga menyediakan “bingkisan” berupa beras, gula, teh dan minyak goreng ditambah roti dalam bungkusan merah putih yang dibagikan di depan gedung II Setneg. Bagi mereka yang bersabar, biro pers kepresidenan juga mencetak foto saat warga bersalaman dan warga dapat mendapatkan foto itu secara cuma-cuma.

Hal yang menarik, tidak hanya Presiden yang memberikan bingkisan, karena ada juga masyarakat yang memberikan “bingkisan” kepada Presiden seperti amplop berisi surat dan CD lagu. Meski sempat beristirahat selama sekitar 10 menit untuk duduk dan melemaskan tangan, akhirnya silaturahmi tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Silaturahmi pun berhasil mendekatkan yang jauh dan menyatukan yang dekat. (Ujang/Ant)