www.korannasional.com-Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, melaksanakan ibadah puasa terakhir di bulan Ramadhan 1438 Hijriah pada Jumat (23/6).

Salah satu jemaah di Kecamatan Kuranji Naswa, Padang, Diddy, mengatakan telah melaksanakan puasa 29 hari dan hari ini yang ketiga puluh.

Menurut dia, tadi malam merupakan pelaksanaan shalat Tarawih terakhir 1438 Hijiriah, sehingga dipastikan hari ini puasa terakhir.

“Kami berpuasa selama tiga puluh hari meski jadwalnya berbeda dari kebanyakan orang,” katanya.

Dyddy bersama jemaah lain di tarekat dia akan bertakbiran pada Jumat malam dan shalat Id keesokan hari (Sabtu).

Jemaah lain di tarekat itu, Ujang, mengungkapkan kegembiraannya karena akan memasuki bulan Syawal.

Meskipun demikian dia merasa sedih karena harus berpisah kembali dengan bulan penuh berkah. “Bagi tarekat kami hari ini jadi yang terakhir berpuasa dan esok masuk Syawal,” sebutnya.

Dia menilai perhitungan tarekatnya cukup konsisten dalam menentukan awal Ramadhan dan Syawal.

Menurut dia, sejak lama tarekatnya menentukan awal bulan qamariyah satu atau dua hari lebih dahulu dari ketetapan pemerintah.

Sementara itu Imam Besar sekaligus Ketua Naqsabandiyah Sumatera Barat, Syafri Malin Mudo, memastikan jemaahnya akan melaksanakan shalat Ied, Sabtu (24/6).

Pusat pelaksanaan shalat ini akan digelar di Mushalla Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh, tepat pukul 08.00 WIB.

Pada sisi lain Kepala Kantor Kementerian Agama Padang, Japeri Jarap, meminta warga menghormati setiap perbedaan yang ada tentang penentuan masuknya bulan Syawal.

Menurut dia, yang terpenting yakni menjaga suasana kondusif antar umat. “Menjaga kedamaian dan rasa kekeluargaan penting untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri,” ujar dia.(ant)