www.korannasional.com-Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Sumatera Barat Hartanto di Bukittinggi, Selasa (6/6), merinci sejak Minggu (4/6) terjadi enam kali erupsi disusul 34 kali erupsi pada Senin (5/6) dan lima letusan pada Selasa pukul 00.01 sampai 06.00 WIB.

“Aktivitas di Marapi masih berupa gempa letusan, yaitu semburan atau tekanan gas yang dikeluarkan dan menyebabkan getaran. Statusnya tetap Waspada Level II,” katanya.

Hartanto menerangkan penetapan status gunung dilakukan berdasarkan aktivitas vulkanik tanda pergerakan magma dalam perut gunung api. Status waspada ditetapkan bila ada kenaikan aktivitas seismis dan kejadian vulkanik di atas level normal.

Dengan kondisi Gunung Marapi yang seperti sekarang, Hartanto menyarankan para pendaki tidak melakukan aktivitas di radius tiga kilometer dari puncak gunung berapi tersebut.

“Karena bagi warga kebetulan tidak ada permukiman dalam radius itu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat Nasridal Patria mengatakan empat kabupaten dan kota di provinsi itu siaga mengantisipasi kemungkinan adanya dampak letusan Gunung Marapi sejak Minggu (4/6).

Keempat daerah yang statusnya siaga meliputi Tanah Datar, Agam, Kota Bukittinggi, dan Padang Panjang.

“Kami berharap tidak ada bencana, namun semua tetap harus waspada,” katanya.(ant)