www.korannasional.com-PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat telah menjual sebanyak 2.703 paket bahan pangan pokok di 50 halte bus Transjakarta terhitung mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2017.

“Sejak pertama kali mulai dipasarkan, yaitu 27 Mei 2017, sampai 1 Juni 2017, kami menghitung ada 2.703 paket bahan pangan pokok yang terjual,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Jakarta, Jumat (2/6).

Menurut dia, ada empat jenis komoditi bahan pangan pokok yang dipasarkan di 50 halte bus Transjakarta, antara lain beras 5 kilogram, minyak goreng, gula dan tepung terigu.

Berdasarkan data dari PT Transjakarta, jumlah paket komoditi yang telah dijual di halte-halte Transjakarta sejauh ini, yakni 403 paket beras 5 kilogram, 852 paket minyak goreng, 921 paket gula dan 527 paket tepung terigu.

“Penjualan bahan pangan pokok di halte-halte itu bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan stabilisasi harga. Kami juga menampilkan harga bahan pangan pokok dengan memasang stiker di bus-bus Transjakarta,” ujar Budi.

Dia menuturkan harga bahan pangan pokok yang dipasarkan di halte Transjakarta beragam, yaitu beras seharga Rp45.000 per lima kilogram, minyak goreng Rp11.000 per kilogram, tepung terigu Rp8.500 per kilogram dan gula Rp12.500 per kilogram.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan layanan penjualan bahan pangan pokok di halte Transjakarta itu beroperasi mulai dari pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Perpanjangan waktu juga dapat dilakukan, namun tergantung permintaan masyarakat terhadap layanan tersebut, misalnya hingga pukul 20.00 WIB.

“Penjualan bahan pangan pokok di halte Transjakarta menggunakan transaksi non tunai. Mekanisme itu dilakukan sesuai dengan program pemerintah yang menggiatkan transaksi non tunai,” ungkap Budi.

Dia menambahkan pemasaran bahan-bahan pangan pokok di halte merupakan hasil kerja sama PT Transjakarta dengan tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak dalam bidang pangan, yakni PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan PD Pasar Jaya.

“Kami optimis kerja sama Transjakarta dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya, dan PD Pasar Jaya itu dapat menghadirkan kestabilan harga bahan pangan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri,” tambah Budi.(ant)