www.korannasional.com-Perum Perhutani berencana mengembangkan kawasan ecopark berkelas dunia atau world class ecopark dengan luas 600 hektare di Bukit Sentul, Bogor, Jawa Barat, melalui invetasi bernilai sekitar Rp5 triliun.

“Kajian pengembangan Ecopark sedang berjalan. Diharpakan pada tahun 2018 ground breaking (pemasangan tiang pancang pembangunan) sudah dilaksanakan,” kata Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna, di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Menurut Denaldy, pengembangan Ecopark merupakan bagian dari transformasi bisnis Perhutani dengan memaksimalkan fungsi lahan-lahan milik perusahaan untuk dijadikan sebagai mesin pertumbuhan keuangan perusahaan.

Ia menjelaskan, saat ini setidaknya terdapat tiga perusahaan asing berasal dari Amerika Serikat, Eropa dan China serta empat perusahaan lokal, sudah menyatakan minat untuk ikut mengembangkan ecopark tersebut.

“Perusahaan yang tertarik mengembangkan Sentul Ecopark memiliki latar belakang yang berbeda, ada pengelola theme park, pengembangan lingkungan hidup, properti hingga hiburan,” ujarnya.

Ia menuturkan pengembangan Sentul Ecopark masih dalam tahap pematangan yang masuk dalam Master Plan Tahap II.

“Sentul Ecopark memiliki konsep yang memadukan keseimbangan eksosistem alam, unsur hiburan, ilmu pengetahuan, hutan alam yang dilengkapi dengan properti seperti cottage, hotel, bungalow,” ujarnya.

Sentul Ecopark juga mengembangkan infrastruktur yang menggunakan energi berbasis lingkungan.

“Kita akan membangun pembangkit khusus dengan menggunakan sumber energi bio massa yang dihasilkan dari hutan Sentul,” ujarnya.

Menurut Denaldy, izin untuk mengembangkan Ecopark sudah diperoleh dari Pemerintah yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Total luas lahan Perhutani di Sentul mencapai 9.000 hektare. Namun yang digunakan untuk Ecopark seluas 600 ha,” ujarnya.

Denaldy yang baru menjabat Dirut Perhutani sejak Agustus 2016 ini mengatakan Indonesia sebagai negara tropis sudah seharusnya memilik Ecopark yang berkelas dunia.

Pengembangan Ecopark bisa dilakukan perusahaan patungan yang dibentuk antara Perhutani dengan para investor.

“Soal pendanaan belum bisa kami detilkan. Yang pasti pembiayaannya bisa melibatkan sinergi Bank BUMN dan mengkombinasikan dengan modal dari investor,” ujarnya.(ant)