www.korannasional.com-Waktu tak bisa diputar ulang, tapi Anda bisa berusaha terlihat muda dengan menjaga kesehatan kulit, rambut dan tangan.

Tak perlu jalani operasi plastik atau perawatan kulit mahal. Yang harus dilakukan adalah mengevaluasi gaya hidup dan mengubahnya jadi lebih baik, seperti dilansir Health.

Kontrol penggunaan smartphone

Tak bisa lepas memegang handphone untuk mengecek foto terbaru artis idola di Instagram atau membalas pesan grup WhatsApp? Terus-terusan menunduk saat memegang handphone dapat menorehkan keriput di leher.

Solusinya, pegang handphone dengan ketinggian yang sejajar dengan mata agar tidak terus menerus menunduk.

Tinggalkan alat catok

Rambut sehat bersinar bisa rusak gara-gara pencatok rambut, pengering rambut atau alat pengeriting. Alat yang membuat rambut panas bisa merusak mahkota Anda.

Solusinya, coba tentukan dua hari dalam sepekan di mana rambut Anda bebas dari berbagai alat tersebut. Biarkan rambut mengering alami dan perlihatkan tampilan asli rambut indah Anda.

Jangan lupa tabir surya

Dermatolog selalu mengingatkan pentingnya tabir surya untuk menjaga kulit dari penuaan dini. SPF 30 adalah standar yang direkomendasikan dokter kulit. Pakai setiap hari, meski cuaca sedang mendung atau hujan.

Pakai pelembab tangan

Kulit di punggung tangan sangat tipis sehingga penuaan mudah terjadi di situ ketimbang bagian tubuh lain. Saat tangan kering, tangan akan terlihat lebih tua dari seharusnya. Pakailah pelembab untuk tangan, pilih yang mengandung tabir surya.

Hindari makanan yang membuat gigi kotor

Gigi putih bersinar adalah tanda tubuh sehat. Makanan yang bisa membuat gigi tak lagi putih, misalnya saus barbeque, kopi, soda, anggur merah patut dihindari.

Warnai kuku

Bagian tubuh yang sering mengungkapkan usia bukanlah wajah, tapi tangan, berdasarkan studi dari American Society of Plastic Surgeons. Salah satu kiat mengelabui orang bahwa Anda terlihat lebih muda dari sebenarnya adalah mewarnai kuku. Selain mengenakan perhiasan, cat kuku bisa jadi distraksi dari ketidaksempurnaan.

Rutin pakai penyegar mulut

Pakai mouthwash setiap hari untuk membunuh bakteri sehingga gigi lebih bersih dan gusi terlihat lebih sehat.www.korannasional.com-Pakar peternakan dan Wakil Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Penelitian, Bambang Suwignyo, menyatakan potensi ekonomi dari kotoran sapi dan kerbau di seluruh negeri bisa mencapai Rp64,3 triliun setiap tahun.

Bambang Suwignyo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (24/5), menyebutkan, kotoran sapi dan kerbau bisa dijadikan sebagai energi alternatif.

Menurut dia, perkiraan angka potensi ekonomi itu diperoleh dari asumsi perhitungan jika diasumsikan sebagai pengganti kebutuhan energi BBM sebesar 1,23 juta barel per hari (bph), jika kotoran sapi dan kerbau yang dihasilkan dengan asumsi 20 kilogram/ekor/hari sejumlah 345,7 ribu ton/hari, menurut data tahun 2016.

“Potensi ekonomi yang diperoleh dari kotoran ternak sapi di Indonesia mencatat angka yang sangat fantastis untuk bisa diabaikan pemerintah. Perlu langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Ia menerangkan, perolehan angka tersebut didapat dari asumsi perhitungan jumlah ternak sapi dan kerbau Indonesia tahun 2015 sebanyak 17.285.290 ekor, dan kotoran yang dihasilkan 345,7 ribu ton.

Angka itu dinilai setara dengan energi pengganti sebanyak 14,8 juta liter minyak tanah. Angka tersebut diambil dari perhitungan jika semua kotoran sapi dan kerbau dibuat biogas dengan ukuran biodigester 9 meter kubik.

Angka tersebut jika disetarakan dalam rupiah sebesar Rp 176,3 miliar/hari atau Rp64,3 trilun/tahun.

Bambang menjelaskan, energi pengganti minyak tanah itu diperoleh dari biogas yang berasal dari proses degradasi material bio, baik tanaman maupun hewan.

Energi yang berasal dari biogas, lanjutnya, termasuk dalam kategori energi terbarukan dan menjadi sumber energi yang berprospek untuk dikembangkan sebagai pengganti energi dari fosil bahan bakar minyak.

Menurut dia, program biogas juga dapat dirancang tidak hanya dalam konteks mengembangkan biogas sebagai energi alternatif, tetapi juga dalam format pemberdayaan.

“Pemanfaatan biogas pada rumah tangga sekaligus menjadi wahana pemberdayaan masyarakat menuju rumah tangga mandiri energi melalui dicetaknya kader-kader biogas,” ucapnya.

Selain itu, ujar dia, pemanfaatan biogas dapat menurunkan pengeluaran rumah tangga keluarga sektor energi karena biogas dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar untuk memasak, lampu penerangan, maupun pembangkit generator, sehingga juga dapat menghemat subsidi pemerintah.(ant)