www.depoktern.com-Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemkot Depok, agar tidak menafsirkan ‘aneh-aneh’ terkait pelaksanaan mutasi dan rotasi.

“Diganti, digeser atau dipindah tugas, adalah hal yang biasa dan lumrah, serta bukan sesuatu yang luar biasa. ASN itu harus selalu siap kapanpun dan siap dimanapun ditempatkan. Jangan berpikiran yang aneh-aneh,” kata Pradi kepada depoktren, Selasa (23/5/2017).

Pradi mengaku merasa perlu menyampaikan hal tersebut lantaran adanya kekecewaan dari beberapa ASN yang tidak terakomodir dalam proses mutasi dan rotasi tahap ketiga pada Senin (22/5) lalu.

“Memang tidak bicara langsung ke saya, tapi kasak-kusuk mereka sampai ke telinga saya. Mata dan telinga saya kan ada dimana-mana. Sudahlah  jangan ngomongin macam-macam, jangan dengerin suara ‘kompor meleduk’. Semangatlah bekerja sesuai tufoksinya, jadilah pelayan masyarakat yang baik, warga Depok membutuhkan kalian,” ujarnya.

Pradi pun mengingatkan pejabat yang baru menjalani proses mutasi dan rotasi agar segera melakukan serah terima, “Secara administrasi, mereka sudah sah menempati posisi barunya. Oleh karena itu segera serah terima tugas, jangan kelamaan, karena pelayanan tidak boleh terhambat,” ucap Pradi.

Seperti diketahui, Walikota Depok Mohammad Idris melantik 80 ASN dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemkot Depok. Proses pelantikannya digelar di Aula Teratai, Lantai 1, Balaikota Depok pada Senin (22/5).

Sejumlah pejabat yang mendapat promosi yakni Siti Chaerijah Aurijah yang kini menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Supian Suri kini secara defenitif menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,
dan Sidik Mulyono yang merupakan rekrutan dari luar ASN Pemkot Depok menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Tinte Rosmiati dipromosikan menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan.(amr)