>

www.korannasional.com-Tim sepak bola PSIM Yogyakarta menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 pada laga lanjutan Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/5/2017).

Sejal awal pertandingan PSIM Yogyakarta memberi tekanan ke areal pertahanan Persebaya hingga pada menit ke-16, Dicky Prayoga melepaskan tembakan yang masih bisa dijinakkan penjaga gawang Dimas Galih.

Tim tamu sesekali menyerang, seperti pada menit 23 ketika Kurniawan Karman bebas mendapat bola di dalam kotak penalti, namun bola sepakannya masih melambung.

Sayang, PSIM akhirnya lengah pada menit 26. Rishadi Fauzi membobol gawang Tito Rama. Sisi kanan menjadi pos yang rentan diterobos. Koordinasi dan transisi antara menyerang dan bertahan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera benahi Achmad Taufiq dkk.

Hingga akhir babak pertama ditutup dengan skor 0-1 untuk tim tamu.

Memasuki menit 53, Engkus berhasil menyelesaikan penetrasi Rangga Muslim yang merangsek hingga masuk kotak penalti. Umpan pendek Rangga disontek Engkus dan masuk ke gawang, membuat skor berubah menjadi 1-1.

Setelah menyetarakan kedudukan, PSIM lebih menguasai permainan. Berkali-kali kesempatan mencetak gol diperoleh Dicky Prayoga, Hendika Arga dan Engkus Kuswaha. Termasuk Rangga Muslim yang rajin masuk kotak penalti, meski tetap berhasil dihalau oleh kiper Persebaya.

Selanjutnya, Persebaya yang sudah tak punya daya sama sekali praktis setengah jam berselang hanya mampu bertahan, namun berhasil menghadang momentum kebangkitan PSIM.

Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menilai PSIM masih menguasai pertandingan. Menurut dia, memasuki menit 65 fisik pemain Persebaya telah menurun, meski Erwan tidak berani gagabah memerintahkan pemainnya bermain frontal.

“Serangan balik mereka bisa berbahaya, kami tidak ingin kecolongan lagi karena serangan balik,” kata dia.

Sementara itu, asisten pelatih Persebaya Ahmad Rosyidin mengakui satu poin yang didapat dari PSIM diraih dengan susah payah. Apalagi menurut Rosyidin PSIM juga bermain lebih agresif.

Meski demikian, menurut dia, Persebaya tidak terpancing untuk meladeni permainan terbuka tuan rumah dengan hanya menganggu konsentrasi lawan. “Paling tidak mereka berhasil mengganggu konsentrasi lawan.”(ant)

LEAVE A REPLY