www.korannasional.com-Indonesia selangkah lagi menjadi juara Kejuaraan Bola Basket Asia Tenggara SEABA 2017 setelah berhasil menang pada pertandingan kelima menaklukkan Myanmar dengan skor 123-50 di Smart Araneta Coliseum, Manila, Filipina, Rabu (17/5/2017).

Trofi juara akan berada di genggaman Indonesia jika berhasil mengalahkan tuan rumah Filipina pada pertandingan keenam atau terakhir yang akan digelar Kamis (18/5), masih di Smart Araneta Coliseum pukul 18.00 waktu setempat.

Dipantau dari laman Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), Jakarta, Rabu, Filipina belum sekalipun takluk dalam empat laga sebelumnya. Tim yang sudah mencetak rata-rata 118,5 poin per-laga sepanjang SEABA 2017 itu pun diprediksi akan menang dalam pertandingan kelimanya versus Vietnam, tim yang sudah takluk tiga kali dari empat partai, pada Rabu (16/5) pukul 18.00 waktu setempat.

Dengan demikian, Filipina versus Indonesia menjadi pertandingan penentu siapa tim terbaik di SEABA 2017. Juara dalam kompetisi ini nantinya berhak mengikuti Kejuaraan Bola Basket Asia di Lebanon pada 10-20 Agustus 2017.

Indonesia saat ini berada di puncak klasemen sementara hasil lima kemenangan beruntun tanpa kalah, mengumpulkan 10 poin dan sudah pasti setidaknya merebut posisi kedua atau runner up karena pesaing terdekat untuk peringkat itu, Thailand, sudah kalah dua kali.

Pelatih timnas Indonesia Wahyu Widayat Jati menuturkan, menjadi runner up sebenarnya sudah memenuhi target awal Indonesia pada Kejuaraan SEABA 2017. Akan tetapi, itu tidak berarti Indonesia akan melepas begitu saja partai pamungkas kontra Filipina tersebut.

“Kami akan tetap berjuang karena itulah karakter yang dipupuk di tim ini,” ujar Cacing, sapaan akrab Wahyu ketika dikonfirmasi.

Timnas sudah bisa turun dengan kekuatan penuh pasca-turunnya izin bermain Arki Dikania Wisnu dan Jamarr Andre Johnson, yang memulai debutnya di kompetisi kala berhadapan dengan Myanmar.

Pada empat pertandingan sebelumnya melawan Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam, Indonesia hanya bermain dengan sembilan pemain, tanpa Arki dan Jamarr.

“Puji Tuhan kami bisa menorehkan hasil-hasil positif walau datang ke kejuaraan ini nyaris tanpa persiapan dan cuma sembilan pemain yang bisa diturunkan di empat game awal,” tutur Cacing.

Dari laga kontra Myanmar yang dimenangi Indonesia dengan skor telak 123-50, Abraham Damar menjadi pencetak poin terbanyak bagi tim Merah Putih dengan 19 poin, satu rebound dan lima assist.

Sementara di kubu Myanmar, Aung Wana menorehkan catatan tertinggi dengan 16 poin, satu rebound dan dua assist.

Menanggapi jarak skor yang jauh, 73 poin, Cacing menganggap hal itu wajar.

“Mereka memang satu level di bawah kita, karena itulah Indonesia unggul dengan perbedaan poin yang besar,” kata dia.(ant/amr)