KORANNASIONAL.COM – CEO blanja.com Aulia Ersyah Marinto menegaskan faktor kepercayaan menjadi pilar utama dalam bisnis. Kemampuan pengusaha membangun kepercayaan (trust) konsumen menentukan berkembang atau matinya sebuah bisnis.

Aulia mengutarakan unsur dalam pemasaran (marketing) digital atau dalam jaringan (daring, online) tersebut di hadapan finalis Citi Microentrepreneurship Awads (CMA) 2017 di Jakarta. Bos blanja.com menjadi pembicara dalam segmen “UMKM Goes Online”.

Membahas strategi digital marketing, Aulia menggarisbawahi bahwa pelaku bisnis –khususnya UMKM– perlu banar-benar membangun kepercayaan konsumen. Hal ini harus diperhatikan sejak awal memulai usaha dan dilaksanakan secara terus-menerus.

Trust itu komponennya bukan hanya satu. Trust adalah akibat kita melakukan serangkaian effort yang kontinyu dan konsisten sehingga orang lain nantinya pada satu titik mengatakan ‘saya percaya’,” papar Aulia.

Dia menuturkan awal upaya membangun kepercayaan dalam digital marketing bisa dimulai dengan menampilkan profil diri beserta produk dengan baik, singkat, jelas, dan lengkap atau tuntas. Tujuannya, supaya calon konsumen bisa segera mengetahui siapa penjualnya dan apa yang dijual.

“Baru kemudian kepercayaan akan meningkat ketika ada yang bertanya. Saat itulah Anda harus menjawab. Kalau tak dijawab, otomatis kepercayaan itu tergerus. Lalu tingkatannya akan bertambah lagi, jika dia bertransaksi. Kita harus segera melayani juga sedemikian rupa,” papar Aulia lagi.

Dalam hal bertransaksi, tegas Aulia, penjual harus dan wajib mengedepankan sikap teliti serta jujur. Hal-hal yang berkaitan dengan uang sering menimbulkan permasalahan yang besar bagi konsumen dan penjual.

“Misalnya, customer melakukan kelebihan bayar. Nah, jika kelebihan bayar itu Anda diam saja, dan satu hari customer menyadari dia kelebihan bayar, maka seketika itu Anda tidak akan dipercaya. Jadi ‘trust‘ itu adalah upaya yang terus menerus,” jelas Aulia.


Salah Total

Aulia yang juga Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) periode 2016-2018 ini menyoroti keluhan masyarakat yang kerap mengatakan usaha mereka tak kunjung berkembang lantaran peran pemerintah yang sangat kurang, atau bahkan tidak ada.

“Kalau dibilang bahwa ‘saya hari ini tidak bisa berkembang karena tidak ada peran pemerintah’, itu salah total. Jangan gantungkan usaha kita dengan persoalan itu. Saat ini tanpa pemerintahpun sosial media sudah canggih. Jadi manfaatkanlah dulu hal yang ada. Peran pemerintah itu ada jalurnya tersendiri,” tuturnya.

Menurut Aulia, pemerintah sebenarnya sudah melakukan upaya dan memberi dukungan yang penuh terhadap perkembangan e-commerce di Indonesia. Antara lain melalui peluncuran panduan e-commerce dalam Paket Kebijakan Ekonomi 14 pada November 2016.

Apresiasi CMA

Terkait pelaksanaan CMA 2017 oleh Citi Indonesia, CEO blanja.com mengaku mengapresiasi.

Menurut Aulia, CMA 2017 memberi pemahaman utuh kepada pelaku UMKM pada dunia digital marketing atau online. Dengan demikian, para pebisnis dapat memanfaatkan secara maksimal sistem daring guna mendukung operasional para pebisnis. (HDN)