www.korannasional.com – Small is beautiful. Kecil itu indah, kata Adam Smith. Kota kecil tak berarti dekil. Tapi, bisa disulap jadi indah dan sedap dipandang mata.

Dalam setahun kepemimpinan Mohammad Idris dan Pradi Supriatna dimata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hermanto masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Ketua Komisi B DPRD Kota Depok itu mengatakan hingga saat ini penataan kota Depok masih semrawut. Kota yang berpenduduk 2,4 juta jiwa itu menurutnya bisa ditata lebih elok jika pemerintah kota serius membenahinya.

Kesemrawutan menurutnya bukan hanya sebatas soal transportasi yang terlihat dengan nyata dalam kehidupan sehari- hari. Tapi juga aspek lainnya seperti penataan tempat-tempat UKM, wisata, dan olahraga yang tidak tersentuh.

Hermanto menyebut banyaknya setu di Kota Depok yang dikelolah ala kadarnya. Meski dia mengakui bahwa kepemilikan setu mayoritas ada di tangan pemerintah pusat.

“Andai digarap oleh swasta secara profesional, ceritanya mungkin akan berbeda. Saya yakin setu-setu di Depok bisa dijadikan obyek wisata. Bukan hanya sarana permainan anak-anak “bebek-bebekan”. Tentu kita harus izin dulu ke pemerintah pusat,” kata Hermanto di Kantor PWI Depok, Kamis (23/2).

Menyinggung soal penempatan UKM pihaknya telah melakukan studi banding ke Bogor dengan mengunjungi lokasi 1.000 kios. Dikatakan, kota tetangga itu mampu menempatkan para UKM secara proposional dalam satu titik.

“Sejauh ini kami memang belum melakukan mappingnya di Depok. Tapi, setidaknya kami sudah memberikan masukan kepada pemerintah kota mengenai wacana pengelolaannya agar lebih tertib. Sehingga masyarakat tertuntun jika ingin mencari tempat kuliner, seni, wisata maupun berolahraga” tuturnya.

Secara terpisah, wakil walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku tidak mudah mensulap Depok menjadi elok. Banyak kendala yang dihadapi dalam membangun sarana dan prasarana tata ruang di kota Belimbing.

“Kendalanya sumber daya pendanaan dan tempat. Depok sudah tak ada lagi tanah yang kosong. Jika kami harus membebaskan di beberapa titik, tentu harus disiapkan anggarannya,” tutur Pradi.

Tapi, pada prinsifnya Pradi sependapat bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan selama kepemimpinanannya sebagai orang nomor dua di Kota Depok.

“Semua butuh waktu dan proses. Saya yakin suatu hari nanti Depok akan tertata rapi. Depok akan menjadi kota kecil yang indah,” imbuhnya.*suryansyah