www.korannasional.com — Qonita Luthfiyah, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, menampung aspirasi masyarakat Rukun Tetangga (RT) 01 hingga 06 RW 05 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

Dalam reses PPP di gang Pule RT 04/05 Pondok Jaya, Rabu (25/1) itu, Qonita mengajak warga untuk terbuka dalam menyampaikan unek-uneknya yang terjadi di wilayahnya.

Dalam kata sambutannya, Qonita mengatakan momentum reses ini sebagai ajang silaturahmi kader partai dengan warga masyarakat Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Tapi, ketua Fraksi DPRD kota Depok itu tak mau mengumbar janji manis. Meski demikian, ia tetap berkomitmen untuk menyampaikan semua aspirasi atau keluhan masyarakat ke dewan.

“Dalam Reses itu anggota dewan wajib mendengarkan aspirasi masyarakat. Tidak ada sekat antara dewan dan masyarakat. Saya berharap masyarakat terbuka bicara apa adanya, tidak perlu ragu atau takut,” ujar Qonita.

Qonita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan segala masukan dan usulannya terkait pembangunan di lingkungan baik fisik maupun non fisik. Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat bersabar terkait dengan realisasi pembangunan.

Qonita mengatakan selama 2,5 tahun menjadi anggota dewan, dirinya telah berusaha menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat. Tapi, diakui masih ada berbagai kekurangan.

“Saya berharap dengan adanya reses ini, saya dapat bekerja lebih optimal lagi sehingga aspirasi masyarakat ke depan dapat terpenuhi,” tuturnya yang berjanji akan menampung aspirasi dari daerah pemilihan (Dapil) kecamatan Cipayung, Sawangan, dan Bojongsari.

Beberapa perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat setempat yang turut menyampaikan aspirasi terkait masalah renovasi musholah, masjid, saluran air, jalan lingkungan, tanah makam, hingga persoalan sampah. Pun menyangkut penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dalam reses tersebut, Qonita menyambut baik semua masukan dari masyarakat Kelurahan Pondok Jaya. Qonita dengan tanggap langsung merespon keluhan Sarjono, ketua RT 05 yang meminta renovasi 4 musolah dan 1 masjid yang ada di wilayahnya.

“Berkaitan dengan tempat ibadah sangat penting. Saya secara pribadi akan turun langsung untuk meninjau dan memberikan bantuan. Tapi saya juga berharap partisipasi dari masyarakat sekitar untuk sama-sama peduli,” tuturnya.

Mengenai pembebasan tanah untuk pemakaman di wilayah 7 RT yang satu RT memiliki 150 KK, Qonita mengatakan tergantung dari komitmen masyarakat sekitar sebelum diajukan ke DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan). “Kalau ada dorongan dari masyarakat, RT, RW, dan tokoh masyarakat, prosesnya akan mudah,” imbuhnya. Suryansyah