www.korannasional.com – Masalah sampah masih pelik di Kota Depok, Jawa Barat. Bahkan, Depok menjadi salah satu kota terkotor di Indonesia. Tentu ini jadi cambuk bagi pemerintahan yang dipimpin Walikota Mohammad Idris.

Saat ini tiap hari sampah di Depok jumlahnya 1.250 ton, sedangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cipayung, hanya bisa menampung 750 ton/hari. Karena itu, Pemkot Depok memberikan bantuan dana sebesar Rp 200 juta untuk mengatasi persoalan.

Meningkatnya jumlah sampah juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku hidup manusia. Contohnya, dahulu masyarakat menggunakan popok kain untuk bayi tetapi sekarang menggunakan popok sekali pakai atau pampers. Dengan perubahan perilaku tersebut, setiap harinya produksi sampah dapat mencapai 10 ribu ton.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DKP Depok, Kusumo, mengatakan saat ini sudah ada 125 kawasan lingkungan pengelolaan sampah. Kawasan itu berupa RT, RW, perumahan, perkantoran, dan perkampungan.

Dari data yang dihimpun disebutkan jumlah bank sampah di Kota Depok ada 483 dari 11 kecamatan. Terbanyak di kecamatan Sukmajaya dengan 117 bank sampah, terendah di Kecamatan Limo, 10 bank sampah.

Sedangkan sebanyak 215 RW sudah melakukan pemilahan sampah. Pun tempat usaha seperti hotel, rumah makan, aparteman dan lain-lain tak kurang dari 19.

“Penanganan sampah di Depok sesuai dengan UU no.18/2008, Perda Kota Depok no.16/2012 dan Perda Kota Depok no. 5/2014. Penanganannya mulai dari sumber sampah seperti rumah tangga, resto, taman kota, tempat-tempat yang memungkinkan timbulnya sampah yakni dengan cara pemilahan sampah organik, an-organik dan residu,” jelas Kusumo.

Wilayah-wilayah yang sudah mulai tertib menurutnya yakni Beji, Sukmajaya dan Bojongsari. Tapi, Kusumo mengatakan bukan berarti daerah lainya belum memulai.

“Tahun ini kami mengadakan lomba RW bersih. Salah satu kriterianya yang kami nilai adalah sudah melakukan pemilahan. Ada hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk RW yang lainnya,” ujarnya.

Pemkot Depok memang punya cita-cita indah. Kota Depok ingin bebas sampah! Kota berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa itu pun terus mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah.

“Program ini harus prioritas. Depok ingin jadi kota yang bersih, indah, dan nyaman,” tegas Walikota Depok Mohammad Idris.

Idris berharap masyarakat harus peduli terhadap keberadaan sampah minimal di lingkungan sekitarnya untu melakukan pemilahan sampah. Untuk sampah organik, diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah non-organik dapat dibawa ke bank sampah untuk dilakukan daur ulang. Selanjutnya, sampah residu diserahkan ke TPA.

Pemkot juga telah menempatkan beberapa tim untuk memantau bagi warga tak sembarang membuang sampah. Sepanjang 2016, tim Buser Kebersihan telah mendapatkan 237 orang yang tertangkap tangan membuang sampah bukan pada tempatnya. Dari 237 orang tersebut, 103 di antaranya ber-KTP Depok dan 134 orang dari luar Depok.

Sementara itu, Dani Pujiantoro, Ketua RT 005/07 Kelurahan Pondok Jaya mengatakan wilayahnya telah melakukan pemilihan sampah sesuai yang ditetapkan Perda. Warga Permata Depok, Sektor Nilam itu, menurut Dani telah dua tahun terakhir ini sudah mengumpulkan bank sampah an-organik. Sampah-sampah seperti plastik, botol minuman mineral, besi, kardus dan lainnya itu ditampung setiap Selasa.

“Ibu-ibu di Sektor Nilam bahkan seluruh Permata Depok lingkungan RW 7 ini bekerja sama dengan pihak pengepul untuk mengangkut sampah an-organik. Pemkot mestinya tinjau juga hal-hal yang seperti Ini. Bukan hanya acara seremonial saja yang diperhatikan,” ujarnya.

Hanya saja, Dani menyayangkan di bantaran Kali Palayangan masih terlihat tumpukan sampah. Persisnya di samping Sektor Jamrud. Entah itu berasal dari pemukiman penduduk atau wilayah sekitarnya. Dani berharap Pemkot Depok, Walikota atau instansi terkait bisa memantau langsung ke tempat tersebut. “Kalau ini dibiarkan bisa menimbulkan efek negatif. Bukan hanya banjir tapi juga sumber penyakit,” imbuh Dani.*suryansyah

Jumlah sampah yang masuk ke TPA per bulan pada tahun 2016 (dalam ton), sbb :
1. Januari 14.582.880
2. Februari 15.026.580
3. Maret 14.582.880
4. April 15.266.320
5. Mei 15.301.250
6. Juni 18.009.230
7. Juli 15.846.560
8. Agustus 18.153.850
9. September 18.200.850
10.Oktober 18.019.388
11.Novemver 18.746.080
12.Desember –

Tempat lain yang sudah melakukan pemilahan :
1. Rutan Kelas Dua Depok
2. Pondok.Pesantren Daarul
Rahman Bojongsari
3. SMPN 3
4. SMPN 9
5. SMPN 18
6. SDIT Tunas Iblam
7. SDIT Al Hararki
8. TK Arahman Bukit Cinere

Catatan :
Data masih berkembag