www.korannasional.com–Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Subdit Dit Gakkum) Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, jumlah pelanggar lalu lintas pada 2016 meningkat 28 persen dibandingkan 2015.

“Hasil analisa dan evaluasi, pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan pada periode Januari hingga Oktober 2016 terjadi peningkatan sebesar 28 persen. Tahun 2015 ada 846.727 pelanggar, pada 2016 sebanyak 1.081.770,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut AKBP Budiyanto, dari 1.081.770 pelanggar pada 2016, sebanyak 112.664 di antaranta merupakan pengendara yang melawan arus . Jumlah itu menurun 22 persen dibanding tahun sebelumnya, yakni 113.978. Lalu sebanyak 130.481 karena tidak melengkapi surat-surat kendaraan, itu naik 14 persen dibandingkan tahun lalu, yaitu 113.978 orang.

“Jenis pelanggaran, rangking satu lawan arus, tapi menurun dari 144.201 pada 2015 menjadi sebanyak 112.664 pada 2016 . Rangking dua, tidak melengkapi surat-surat, itu naik dari 113.978 menjadi 130.481 pelanggar,” ucap AKBP Budiyanto.

Ditambahkan AKBP Budiyanto, tindakan penilangan dilakukan dalam rangka membentuk kultur disiplin dalam berlalu lintas, serta upaya preventif dalam menekan angka kecelakan.

“Karena setiap kejadian laka lantas, pada umumnya diawali dari pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan,” pungkas AKBP Budiyanto. (Mas Tete)