www.korannasional.com – Presiden Jokowi menggelar kegiatan menanam pohon dan dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin, (28/11).

Dalam acara itu telah ditanam  sekitar 38 ribu batang pohon jati serta 200 ribu Kaliandra. Jokowi ikut menanam bersama dengan sekitar 5.500 peserta dan aksi penanaman pohon tersebut dicatat dalam Rekor Dunia Guinness.

Hasil audit pihak Guinness kemudian menyebut bahwa sebanyak 237 ribu batang pohon berhasil ditanam dalam waktu satu jam. Rekor tersebut memecahkan rekor yang sebelumnya telah dibuat di Filipina dengan jumlah 223 ribu batang pohon.

Hadir dalam acara itu, Ibu Negara Iriana Jokowi, dan sejumlah menteri di antaranya,  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan, pelestarian alam Indonesia bukanlah perkara kecil. Kelestarian alam sangat penting diwariskan untuk masa depan generasi setelah kita.

“Sebenarnya saat kita menanam pohon, kita itu sedang menanam doa, menanam harapan, dan menanam kerja kita semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang,” ujar presiden.

Presiden kemudian mengingatkan akibat yang dapat segera dilihat oleh karena tidak dirawatnya alam. Banjir merupakan contoh paling mudah yang dapat dilihat akibat terjadinya kerusakan alam dimaksud.

“Kita semua sudah melihat sendiri apa akibatnya bila kita tidak merawat alam. Main asal tebang pohon akhirnya bencana seperti banjir yang datang dan akan menyusahkan rakyat,” terangnya.

Oleh karenanya, dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk gotong royong menjaga alam Indonesia. Alam Nusantara yang penuh dengan keanekaragaman hayatinya. “Ini tugas kita semuanya merawat dan menjaga,” tegas presiden. (Ayoe)