www.korannasional.com–Seorang janda cantik berambut pirang bersuamikan pria WN Nigeria, ditangkap Satnarkoba Polsek Cempaka Putih di depan RS MH Thamrin Jalan ‎Salemba Tengah, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016) siang.

Janda beranak tiga ini ternyata menjadi bagian dari jaringan narkoba Internasional.“Dari tangan wanita ini disia 500 gram shabu seharga Rp 500 juta,” papar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Iwan Gunadi, SH, Rabu (9/11/2016) siang.

Kini tersangka janda yang ternyata pernah bersuamikan bandar narkoba itu diketahui bernama Juwita Apriani (32), warga Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur. Setelah dibuat BAP langsung dikirim polisi ke Rutan Pondok Bambu. Sedang shabu setengah kilogram yang ditenteng pelaku langsung diamankan petugas.

Keterangan yang dihimpun, wanita ini dari hasil BAP ternyata bandar narkoba Internasional, karena sebelumnya almarhunm suami (Ibrahim) juga pengedar narkoba. “Ya, Pak, suami saya meninggal sejak tahun 1999 karena sakit,” ucap Juwita.

Tertangkapnya wanita bandar narkoba itu berawal dari laporan anggota bahwa selama sudah masuk TO (target operasi), sejak enam bulan lalu.

Begitu adanya informasi kalau wanita asli Jakarta itu akan melakukan transaksi shabu dengan jumlah yang banyak, Panit Narkoba Polsek Cempaka Putih Iptu Rasid,SH, sekitar pukul 11:00, segera menuju TKP (tempat kejadian perkara).

Setibanya di TKP, tiga petugas anti narkoba di depan rumah sakit, polisi berpakaian preman melihat wanita yang sudah diketahui ciri-cirinya, saat itu mengenakan kaos dan celana jeans warna hitam dengan menenteng plastik kresek.

Begitu yakin kalau wanita itu bandar yang dicari-cari lagi nongkrong sambil menunggu seseorang, petugas dengan penuh keyakinan segera menangkap wanita berambut pirang.

Kini, Juwita langsung dibawa ke kantor polisi sedang tas plastik kresek hitam yang ditentang wanita tersebut langsung diamankan dan disaat diperiksa ternyata berisi shabu-shabu 5 plastik klip ukuran 100 gram shabu. Petugas Polsek Cempaka Putih kemudian mengamankan ke lima plastik berisi shabu kelas satu sebanyak setengah kilo gram, seharga Rp 500 juta.

Wanita bandar Internasional ini juga mengaku kalau barang haram itu didatangkan dari teman almarhum suaminya (Ibrahim). “Barang diantar seseorang dan kalau sudah terjual baru uang ditransfer, narkoba itu juga diduga milik rekan almarhum suami,” papar Panit Narkoba Iptu Rasid.

“Akibat perbuatan wanita berparas cantik berambut sebahu, ia bisa dikenakan pasal 114 ayat 2 UU RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana seumur hidup dan denda Rp 10 milyar,‎” tegas Kompol Iwan Gunadi, SH. (Mas Tete)