www.korannasional.com–Sebuah perusahaan farmasi di Jakarta ditengarai melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak dengan karyawannya. Adalah PT. Galenium Pharmasia Laboratories yang berkantor pusat di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan melakukan PHK sepihak.

PHK sepihak tersebut di ketahui bahwa panggilan sidang perdana dilakukan pada tanggal 31 Oktober 2016 tercatat dalam Register Nomor: 2721Pdt.Sus-PH112016/Pnk.tJ.Pst di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang di pimpin Hakim Ketua Taryawan, SH.

Secara terpisah, dimana sebelumnya PT Galenium pun dilaporkan oleh Edwin Yuniar, karyawan cabang Surabaya ke Dinas Tenaga Kerja setempat karena melakukan PHK secra sepihak dan terkesan semena- mena. Hingga saat ini kasus Edwin masih terus bergulir dan menunggu keputusan Tripartit.

Atas tindakan yang dianggap tidak sesuai aturan, beberapa pekan terakhir ini banyak juga karyawan di level manajerial yang mengundurkan dari perusahaan karena merasa managemen tidak kondusif baik di kantor pusat maupun di Pabrik yang ada di kabupaten Bogor.

Perlu diketahui, bahwa PT. Galenium Pharmasia Laboratories yang berdiri pada tahun 1960 yang sebelumnya bernama PT. Yupharin kini di pimpin oleh Juzardi Joesoef sebagai generasi ke dua keluarga Joesoef dan juga Berman Tambunan sebagai Deputy BOD yang selalu mengatakan mempunyai karier baik di Perbankan sebelumnya.

Sangat disayangkan, hasil investigasi Tim Buser Lapan6 banyak sekali kesalah-kesalahan yang melanggar aturan hukum di Republik ini. Namun, Galenium terkesan diam beberapa laporan masyarakat pun tentu menjadi acuan redaksi untuk mematangkan hasil temuan secara jelas dan up to date. Simak ulasan indikasi-indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh PT.Galenium Pharmasia Lab.yang mungkin menurut para karyawan yang dipecat maupun mengundurkan diri bahwa perusahaan tidak kondusif atau ada hal lain yang nantinya akan terjawab dengan ulasan secara lengkap. (Mas Tete)