www.korannasional.com–Ketua Dewan Pers Yosep Adi Pasetyo mengatakan mulai Februari 2017, pihaknya akan memverifikasi media massa di Indonesia. Langkah tersebut sebagai upaya perbaikan kualitas media.

Namun konsekuensinya, hanya media-media yang telah terverifikasi saja yang bisa meliput secara resmi. ”Setiap instansi hanya melayani media yang terverifikasi,” ucap Yosep di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Menurut Yosep, perbaikan tidak hanya akan menyasar media. Tetapi, para wartawan yang berada di setiap media harus mengikuti perubahan ke arah peningkatan kompetensi. Ia mendorong wartawan melakukan uji kompetensi guna mendapatkan sertifikat menjadi wartawan yang berkompeten dengan profesinya.

Yosep mencatat tingkat kompetensi wartawan di Indonesia masih rendah. Ia mencatat dari sekira 80 ribu wartawan, yang mengikuti uji kompetensi baru sekira 10 ribu.

Menurut dia, ke depan wartawan tidak hanya ditanya perihal identitas. Tetapi sudah mengacu pada kompetensi melalui kartu kompetensi yang telah dimiliki.

Yosep mengatakan masih ada sekira 4 bulan untuk mempersiapkan wartawan mengikuti uji kompetensi dan verifikasi terhadap perusahaan pers. Ia mengatakan nantinya wartawan yang telah memiliki kompetensi akan mendapat kartu berisi perusahaan tempat kerja, foto, dan identitas tersebut akan muncul di Dewan Pers.

Yosep mengutarakan akan ada kerja sama antara Dewan Pers dengan dua lembaga negara yaitu TNI dan Kepolisian. Ia mengatakan mulai Februari 2017, Panglima TNI akan mengeluarkan surat edaran bahwa instansinya hanya akan melayani wartawan yang berkompetensi. Begitu pula dengan Kepolisian. “Enggak ada berbagi informasi kepada orang yang tidak kompeten,” katanya.

Yosep mengungkapkan salah satu kriteria media yang terverifikasi adalah yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 perihal pers. Media pers mencakup media cetak, radio, televisi dan online.

“Misalnya media tersebut menerbitkan berita harus secara rutin dan juga harus berbadan hukum. Jika tidak, maka media dan wartawannya tak usah dilayani dan jika merasa dirugikan silahkan lapor ke polisi dan dapat langsung diproses secara hukum tanpa dilindungi UU Pokok Pers,” tegas Yosep. (Mas Tete/Ayoe)