www.korannasional.com–
Walikota Depok Mohammad Idris, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan beberapa komunitas lingkungan mendatangi sebuah minimarket untuk mensosialisasikan Perwa nomor 58 tahun 2016 tentang Pengurangan Sampah melalui Pengurangan Penggunaan Kantong Belanja Plastik dan Wadah/kemasan makanan dan minuman, Jumat (4/11/2016).

“Kemarin sempat ada keluhan bahwa plastik berbayar menyebabkan konsumen berkurang, tapi omongan tersebut tidak terbukti. Justru Pemkot Depok malah ingin budayakan pemahaman bahwa sampah plastik ini berbahaya bagi lingkungan,” ujar Idris.

Dirinya menegaskan bahwa saat ini Depok sudah memiliki Perda yang membahas hal tersebut, jadi untuk para minimarket dan retail yang menyediakan kantong plastik tetap harus memberlakukan harga. Nantinya, harga tetap sebesar Rp 200 yang nantinya akan menjadi miliik perusahaan tersebut. “Nantinya keuntungan dari plastik berbayar ini untuk si Perusahaan, kami tidak meminta bagian,” jelasnya.

Idris mengutarakan, bahwa dengan diberlakukannya plastik berbayar tersebut bisa menekan jumlah sampah plastik hingga 5-10 persen. Dengan begitu, dampak negatif dari sampah plastik ini bisa dihindari, mengingat sampah plastik merupakan sampah yang tidak dapat terurai.

“Secara masif kami lakukan surat edaran mengenai Perwa ini agar dapat sampai ke pemilik minimarket dan retail yang ada di Depok,” tutupnya. (Papi Ipul/Aris)